Meski dunia terasa berat memelukmu,
meski malam tak kunjung reda,
dan air matamu lebih sering menemani
daripada tawa yang dulu akrab di hati.
Tersenyumlah…
Bukan karena semuanya baik-baik saja,
tapi karena kamu memilih tetap kuat
meski hati telah berkali-kali patah
dan langkahmu penuh luka yang tak kasat mata.
Kesedihan telah merenggut banyak darimu:
janji yang tak ditepati,
doa-doa yang belum terjawab,
dan orang-orang yang pergi
tanpa pernah memberi alasan yang cukup.
Ia datang tanpa aba-aba,
menghantam dadamu seperti badai,
membawa gelap,
namun tak memberi pelita untuk bertahan.
Tapi lihatlah dirimu hari ini—
masih berdiri, meski gemetar.
Masih melangkah, meski lambat.
Masih berharap, meski kecil sekali sinarnya.
Tersenyumlah…
Karena di balik semua luka yang tak terlihat,
ada jiwa yang tetap memilih untuk hidup,
ada hati yang meski remuk,
masih tahu caranya mencintai.
Senyum itu bukan tanda kamu tak terluka,
tapi bukti bahwa kamu tak menyerah.
Dan meski kesedihan tak memberi apa-apa,
senyummu bisa jadi kekuatan,
untuk dirimu sendiri,
dan bagi mereka yang diam-diam menjadikanmu inspirasi
