Ibu, hari ini aku datang lagi,
membawa rindu yang tak pernah mati.
Di antara hembusan angin yang lembut,
kuusap namamu dengan jemari lirih.
Kubersihkan batu yang menaungi tidurmu,
agar damai engkau di rumah abadimu.
Ramadhan hampir tiba, ibu,
tanpa hadirmu, tapi dengan doaku.
Tak ada genggaman tanganmu lagi,
tak ada suara lembut yang menenangkan hati.
Namun kasihmu tetap abadi,
tertulis dalam jejak langkah ini.
Semoga tenang dalam cahaya-Nya,
dalam doa yang kupanjatkan setiap hari.
Sampai waktu mempertemukan kita,
di surga yang kau impikan dulu.