GABUT
Di sudut waktu yang perlahan berlalu,
kutatap layar, tak tahu mau apa dulu.
Angin berbisik tanpa tujuan,
Seketika terhentakku dalam lamunan
Tugas bertumpuk, tapi hati enggan,
pikiran melayang ke awan tak beraturan.
Jualan sepi, tak ada suara,
hanya notifikasi kosong belaka.
Namun di sela hening yang membeku,
ada ide kecil mulai bertamu.
Mungkin gabut tak sekadar jemu,
tapi ruang untuk lahirnya sesuatu.
