Ada jiwa yang tak bisa diam.
Setiap detik jadi cerita, setiap rasa jadi aksara.
Kadang aku menulis tentangka
Saat dunia terasa sempit dan kata jadi pelarian.
Kadang tentangmu, atau mereka
Puisi, cerpen, fragmen.
Semua berujung sama:
Cara tubuhku merawat luka
Dan hati belajar memaafkan.
Karena bagi seorang penulis,
Hidup bukan sekadar dijalani
Ia harus dituliskan.
