Muharram telah berlalu,
Meninggalkan jejak doa yang belum selesai kusebut.
Langkahku masih basah oleh airmata rindu,
Namun Safar mengetuk dengan tenang:
“Sudah waktunya berjalan lagi.”
Ya Allah,
Di bulan ini, tidak kupinta kemudahan tanpa hikmah,
Hanya hati yang sabar,
Jiwa yang tabah,
Dan jalan pulang yang Engkau redai.
Safar,
Kau bukan sekadar bulan sunyi,
Kau ruang kosong tempat aku belajar percaya.
Bahwa luka pun bisa jadi rahmat,
Dan diam pun bisa jadi syukur.
Selamat datang, Safar.
Ijinkan aku menjadi hamba
Yang tak sekadar melangkah,
Tapi kembali.
