seperti mendung yang memilih diam di langit,
bukan karena tak ingin turun hujan,
tapi karena takut tak ada yang sudi meneduh.
ditelan rutinitas,
dipeluk harapan,
disesap sepi yang tak minta pengertian.
tapi mata sudah biasa kering.
Ingin bercerita,
tapi kata tak tahu harus ke mana berjalan.
kusimpan retak di balik senyuman.
Biar lelah ini tetap berwibawa,
meski diam-diam ingin rebah dan hilang sementara.
