Aku cemburu,
Ketika tak sengaja membaca
Jejak yang pernah ramai di dunia maya
Walau kini, semuanya sudah redup dan tak ada rasa
Aku diam tak berkata,
Tentang gemuruh kecil yang singgah di dada
Seperti biasa,
Menyimpannya hingga kapanpun jua
Aku cemburu,
Pada komentar lama yang terbaca,
Pada tawa digital yang tersisa,
Meski kini tak lagi ada alasan untuk marah.
Bukan karena tak percaya,
Tapi karena pernah terluka,
Dan rasa itu kadang membisik di saat tak terduga.
Dan aku di sini,
Mendengar, mengerti,
Menampung tanpa bertanya,
Karena cinta yang kuat,
Ditempa oleh kesabaran yang teramat sangat
dan kini ia tumbuh
Untuk berjalan bersama hingga kelah ke surgaNya
