Tak perlu janji manis,
bahumu sudah cukup jadi alasan
kenapa aku bertahan dalam sepi,
meski dunia tak selalu ramah
Saat kau pegang setir,
aku bersandar di bahu yang tak goyah oleh hujan
dan tanganmu yang menjaga kepalaku,
seolah bilang: “di sini, cintamu aman”
Kita tak butuh ribuan pesan,
satu pelukan diam di tengah laju
sudah jadi pengingat,
bahwa cinta itu bukan ramai, tapi dalam
Doaku sederhana…
semoga bahu ini tetap jadi tempat pulang,
meski waktu dan jarak
kadang mengetuk kesabaran kita.
