MENELUSURI GELAPNYA ALAS ROBAN



Malam turun tanpa suara,

aku dan langkah kecilku menelusuri sunyi semesta.

Di antara kabut, hening, dan bisik dedaunan,

Alas Roban bercerita—dengan caranya yang diam.


Tak hanya gelap yang kami lawan,

tapi juga ragu, dan bayang-bayang dalam pikiran.

Namun niat baik menuntun jalan,

dan cahaya hati jadi penerang di belantara kehidupan.


Bukan uji nyali, ini bagian dari langkah cinta,

untuk sebuah harapan, untuk secercah bahagia.

Malam ini, aku menyapa hutan dengan doa,

semoga setiap langkahku diridhoi-Nya.