CAPEK GA?

“Capek, ga?”

Pertanyaan itu terdengar biasa.

Tiga kata pendek, tanpa hiasan,

tapi bisa membelah sunyi yang kita peluk rapat-rapat setiap malam.


Karena sering kali…

yang kita butuhkan bukan solusi,

bukan nasihat panjang,

tapi pengakuan bahwa apa yang kita rasa… nyata.

Bahwa lelah ini bukan cuma ada di dalam kepala.


“Capek, ga?”

Itu bukan sekadar tanya.

Itu cara paling halus untuk berkata:

“Aku lihat kamu,

dan aku tahu kamu berjuang.”


Kadang kita jawab,

“enggak kok…” sambil senyum kecil,

padahal dada rasanya sesak seperti langit yang menahan hujan.

Seolah kata-kata itu terlalu sempit

buat menjelaskan beratnya bertahan sendirian.