Terima Kasih, Kamu
Terima kasih, kamu, yang tahu caraku bernapas
di antara debur ombak dan pasir halus yang memeluk langkah.
Sampai dua pantai kita datangi, demi satu yang aku suka,
karena yang pertama hanya singgah, yang kedua jadi rumah.
Terima kasih, kamu, yang meluangkan waktumu
di tengah riuhnya dunia,
menemani dari pagi sampai senja
tanpa hitung-hitungan,
tanpa jeda.
Terima kasih, kamu, yang bilang “iya”
meski arahku kadang muter, kadang nyasar,
dan kita tetap ketawa
karena jalan salah bisa jadi cerita.
Terima kasih, kamu, yang sabar diam-diam
di tengah ributnya aku yang tak tahu diam,
mengikuti alur pikirku yang loncat sana-sini
dan tetap dengar, walau kadang isinya cuma receh dan nyeleneh.
Terima kasih, kamu,
karena hadirmu
adalah tempat tenang yang kutemukan tanpa harus mencari.
