Di antara ribuan langkah dan bayang,
Ada satu yang tak pernah menghilang —
Dirimu sendiri, yang diam-diam bertahan
di saat dunia tak bisa jadi sandaran.
Ia menampung letihmu tanpa keluh,
menyeka air mata saat tak ada yang tahu.
Satu-satunya yang selalu tinggal,
meski yang lain pergi, tinggal kenang mengental.
Maka sayangilah ia sepenuh hati,
jangan letakkan beban yang terlalu tinggi.
Ia bukan karang yang takkan retak,
ia juga ingin bahagia dan tak merasa sesak.
Peluk dirimu, damaikan jiwamu.
Jangan paksa ia kuat setiap waktu.
Karena dirimu adalah rumah terindah,
yang paling layak diberi cinta paling ramah.
