Wajahmu akan berubah, seiring waktu berlalu,
Keriput singgah pelan, tanpa bisa ditolak atau disuruh.
Tubuhmu juga akan berubah, melemah dalam diam,
Tak sekuat dulu saat langkahmu ringan menantang malam.
Namun jangan risau pada bayang yang memudar,
Sebab cahaya sejati tak tinggal di cermin yang retak.
Satu-satunya keindahan yang tak akan pudar,
Adalah kebaikan yang tertanam dalam hatimu yang lembut dan bijak.
Ia tumbuh dalam diam, tapi mengakar kuat,
Melewati waktu, musim, dan segala warna hayat.
Bukan hiasan fana yang dipuja mata,
Tapi keindahan abadi—yang dikenang jiwa-jiwa.
