AKU MASIH ADA

Aku tidak setenang langit pagi,

tapi aku belajar menenangkan badai dalam diri.

Bukan karena hidupku mudah,

tapi karena aku tahu—

marah tak bisa mengubah arah,

dan sedih tak bisa membayar mimpi.


Tubuhku terbatas,

tapi jiwaku luas.

Aku tak bisa berlari mengejar dunia,

maka kugenggam dunia dari tempatku berada.

Dengan jemari yang tak lelah berjuang,

kupilih jalan sunyi:

mengetik, berjualan, mencipta harapan,


Aku masih di sini.

Masih menyapa dunia dengan senyum,

Masih mencoba bertahan,

bukan karena tak lelah,

tapi karena aku percaya:

Tuhan melihat semua yang tak terlihat orang lain.


Dan jika hari ini hanya bisa kulalui dengan setengah tenaga,

maka akan kuberikan setengah itu dengan sepenuh hati.

Karena aku bukan ingin dikasihani,

aku hanya ingin dimengerti,

bahwa perjuanganku nyata,

meski tak selalu terdengar suara.


Aku masih ada.

Masih melangkah dalam diam,

masih menyalakan semangat dari dalam.

Karena hidup bukan tentang sempurna,

tapi tentang bagaimana kita memilih

untuk tetap hidup dengan makna