SAYAP TAK TERLIHAT

Manusia tak bersayap,

tapi percaya bisa terbang.

Bukan karena angin,

bukan karena awan yang memanggil dari kejauhan.


Namun karena seseorang di sisinya,

yang tak memberinya janji,

tapi memberi harapan.

Yang tak mengangkat tubuhnya,

tapi menguatkan jiwanya.


Dengan tatap yang menenangkan,

dengan kata yang menyala lembut,

dengan hadir yang tak selalu dekat,

tapi selalu terasa hangat.


Manusia pun terbang—

bukan di langit biru,

tapi di dalam semesta hati yang baru.

Karena kadang,

sayap itu bukan milik punggung…

melainkan milik rasa yang tumbuh diam-diam