Dalam sunyi itu,
ketika dunia menepi dan waktu seakan membeku,
ada bisikan lirih menyusup ke ruang hati—
bukan dari bumi, tapi dari langit yang abadi.
"Aku di sini..."
suara itu tak lantang, tapi dalam,
mengalir lembut seperti angin malam
yang menyentuh luka tanpa mengusik perihnya.
Aku tidak pernah pergi.
seolah menjahit retak di dada,
menghapus tanya-tanya yang lama mengendap,
tentang kehadiran yang tak terlihat,
namun nyata dalam setiap detak.
Malam pun menjadi saksi,
sholawat mengalun menembus langit tinggi,
dan jiwa yang sempat letih kini mengerti—
bahwa cinta-Nya tak pernah henti.
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat."
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.
(QS. Al-Baqarah: 186)
