DALAM DIAM YANG MENGUATKAN

Tak selalu suara yang lantang

yang paling menggetarkan

kadang ada hati,

yang memberi tanpa banyak tanya

menyapa tanpa perlu hadirkan nama


Langkahku mungkin goyah

tapi ada jejak yang diam-diam menopang

tak banyak kata,

tapi hangatnya terasa

seperti pelukan,

yang datang tanpa disadari

namun menyelamatkan


Terima kasih,

untuk diam yang tak pernah pamrih

untuk hadir, meski tanpa sorot cahaya

Kau tahu caranya jadi cahaya

tanpa membuat mata silau


Semoga kebaikanmu

menemukan jalan pulang

ke hatimu sendiri

dalam bentuk yang lebih indah

dari apa pun yang pernah kau beri