Orang yang hatinya jernih,
melihat sesama seperti taman yang bersih.
Ia temukan bunga di tiap pandang,
melihat kebaikan, walau kecil dan jarang.
Ia tak sibuk mencari cela,
karena hatinya penuh cahaya.
Yang dilihatnya adalah niat dan usaha,
bukan luka atau noda lama.
Tapi hati yang keruh dan gelisah,
selalu mencari celah di wajah-wajah lelah.
Ia lupa bahwa tiap jiwa pun sedang berjuang,
dan setiap manusia sedang belajar menenang.
Maka bila kau menatap dunia,
dan yang terlihat adalah cinta...
Bersyukurlah—itu pertanda
hatimu masih punya cahaya.
