Ada saat-saat ketika menulis bukan sekadar merangkai kata, tapi juga merangkai suasana. Aku sering memilih lagu yang sesuai dengan alur cerita, seolah musik menjadi jembatan antara imajinasi dan kenyataan. Setiap bab punya nuansa berbeda, maka setiap lagu pun berganti, mengikuti ritme kisah yang sedang kutulis.
Lagu yang menyayat hati bukan berarti penulis sedang larut dalam kesedihan. Justru di balik nada yang pilu, ada pertarungan dalam kepala: bagaimana menemukan kata yang tepat, bagaimana menjaga emosi agar tetap hidup di setiap kalimat, bagaimana melahirkan karya terbaik dari pergulatan batin.
Menulis adalah perjalanan panjang, kadang melelahkan, kadang penuh kejutan. Namun di setiap detik perjuangan itu, musik hadir sebagai teman setia, menjadi pengingat bahwa karya lahir bukan dari keheningan semata, melainkan dari keberanian menghadapi riuh pikiran sendiri.
