Sudah memasuki musim penghujan
Air langit mengguyur setiap hari
Terkadang di sertai kilatan cahayaNya
Angin berhembus kencang, daun-daun berguguran
Di hutan banyak pohon-pohon di tebang liar
Sehingga tak ada resapan air hujan
Di sungai sampah-sampah menyumbat
Airpun meluap menuju pemukiman
Dahulu negeriku banyak penghijauan
Hutan-hutan rimbun, hewan leluasa bermukim di dalamnya
Namun kini, hutan menjadi gersang
Ulah manusia rakus tak punya pikiran
Alam semesta murka
Kenapa tak bisa menjaga titipanNya
Kalian masih sumpah serapah adanya bencana
Keserakahan manusia semakin nyata
Doa ketika terjadi bencana banjir :
Bismillah..
Wa qila ya arubla’i ma’aki wa ya sama`u aqli’i wa
gidal-ma`u wa quiyal-amru wastawat ‘alal-jdiyyi wa qila bu’dal
lil-qaumi-zalimin
“Hai bumi telanlah airmu,
dan hai langit (hujan) berhentilah, dan airpun disurutkan, perintahpun
diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan:
“Binasalah orang-orang yang zalim.”