HANYA MENJALANKAN TITAH-NYA

 

Terengah-engah nafasmu

Keringat mengucur dari tubuhmu yang lusuh

Nampak perkasa raga yang tak sempurna

Mencari nafkah menghidupi keluarga

 

Kemiskinan tak membuatnya hina

Lapar dahaga sudah terbiasa

Terik mentari tak menjadi penghalang

Hanya semangat yang ia punya

 

Berbalut syukur dalam setiap langkahnya

Hanya hamba sahaya yang mengikuti alur cerita Sang Sutradara

Hidup di dunia hanya sementara

Menjalani titah-Nya menggapai Redho-Nya

 

Walau hanya punya satu kaki dia terus berjalan menjajakan dagangan

Menelusuri jalan dari kampung ke kampung

Dengan beban berat di punggung dan kepalanya

Hari itu belum ada satupun yang terjual