Ku gores secarik kertas dengan tinta
Mengukir aksara yang terlontar dari jiwa
Merubah syair puisi menjadi doa
Untuk sahabatku di manapun kau berada
Di luar angin berhembus merasuk kedalam qalbu
Taburan cahaya bintang kelap kelip di angkasa
Teringat petuah sahabat bahwa akan selalu ada cahaya dari gelap menuju terang
Lewatilah fase-fase kehidupan dengan penuh kesabaran
Disaat aku jatuh terpuruk tak berdaya
Disaat yang lain meninggalkan, kau tetap ada
Bila hari-hariku penuh keresahan
Kaulah yang menenangkan
Duhai sahabat baikku
Maafkan aku
Yang sering merepotkanmu
Yang sering mengganggu waktumu
Kaulah sahabatku
Kau telah mengajariku banyak hal tentang kehidupan
Dalam setiap doaku terselip namamu
Lewat bait-bait puisi kusampaikan
Terimakasih yang tak terhingga