Hari ini tidak berjalan seperti yang kuharapkan. Ada rasa sedih yang datang tanpa diundang, dan kecewa yang menempel di sudut hati. Beberapa harapan tak bertemu kenyataan, dan kata-kata yang kutunggu tak pernah tiba. Tapi aku tahu, semua ini bukan kebetulan. Setiap luka kecil, setiap sunyi yang terasa berat, semua terjadi atas izin Allah.
Dan karena itu… aku selalu bilang: nggak apa-apa.
Aku tidak menyangkal sedihnya. Tapi aku memilih untuk tidak menyimpannya.
Karena malam adalah waktu terbaik untuk menyerahkan segalanya. Untuk berkata, “Ya Allah, aku lelah… tapi aku percaya.”
Dan di kamar yang tenang ini, di bawah cahaya lampu yang hangat, aku memeluk diriku sendiri. Aku berterima kasih pada hati yang masih mau percaya, pada jiwa yang tetap lembut meski sempat retak.
Besok, insyaa Allah, aku akan bangun dengan hati yang lebih lapang. Karena malam ini, aku sudah mengikhlaskan.
