Ketika Semua Berpaling, Allah Tetap Ada

Fa in tawallaw faqul ḥasbiyallāh, lā ilāha illā huwa, 'alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul-'arsyil-'aẓīm.

“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” — QS At-Taubah: 129)

Rasulullah sendiri pernah merasakan beratnya beban umat, namun tetap menyayangi mereka dengan kelembutan. Dan ketika tak ada yang mendengar, beliau berkata: “Cukuplah Allah bagiku.

Tawakkal bukan sekadar pasrah. Ia adalah keberanian untuk tetap melangkah, meski tak ada yang melihat. Ia adalah keyakinan bahwa Allah Maha Melihat, Maha Menyantuni, dan Maha Menguatkan.

Di bawah langit subuh ini, aku menyerahkan urusanku kepada-Nya. Karena hanya Dia yang tahu isi hati, luka yang tak terlihat, dan doa yang belum terucap.


"Jika semua berpaling, Allah tetap cukup. Tawakkal adalah tempat pulang yang paling aman."