Tidak Semua Harus Dibayar Sekaligus

 

HARI 3

Kadang yang membuat kita semakin takut bukan hanya karena punya utang.

Tetapi karena kita melihat semuanya sekaligus.

Ada utang kepada A.
Ada cicilan kepada B.
Ada tagihan yang sudah jatuh tempo.
Ada kebutuhan rumah yang juga harus dipenuhi.

Lalu kita berpikir,

“Bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan semuanya?”

Akhirnya kita tidak melakukan apa-apa.

Bukan karena tidak mau membayar.

Tetapi karena merasa terlalu banyak yang harus diselesaikan.

Hari ini, mari ubah cara berpikir kita.

Kita tidak harus menyelesaikan semuanya dalam satu waktu.

Kita hanya perlu menentukan:

Mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu?

Bukankah perjalanan panjang juga dimulai dari satu langkah?

Begitu pula dengan utang.

Setelah semua utang kita catat, jangan langsung merasa kalah melihat jumlahnya.

Pisahkan satu per satu.

Mana yang sudah jatuh tempo?

Mana yang paling mendesak?

Mana yang memiliki konsekuensi paling besar jika terlambat?

Mana yang bisa dibicarakan dengan baik?

Mana yang bisa dicicil sesuai kemampuan?

Kemudian susun prioritas.

Bukan berarti utang yang belum menjadi prioritas boleh dilupakan.

Tidak.

Semua tetap amanah.

Hanya saja, kemampuan kita terbatas sehingga kita perlu mengatur urutannya dengan bijaksana.

Jangan memaksakan diri membayar satu utang sampai kebutuhan pokok justru tidak terpenuhi.

Dan jangan pula membayar satu pihak dengan cara mengambil utang baru yang lebih berat tanpa perhitungan.

Kita sedang berusaha keluar dari masalah, bukan memindahkan masalah ke tempat lain.

Kalau hari ini kemampuan kita hanya sedikit, maka lakukan yang sedikit itu.

Rp10.000.

Rp20.000.

Rp50.000.

Berapa pun kemampuan kita, selama itu dilakukan dengan niat bertanggung jawab dan terus diupayakan, jangan anggap remeh.

Karena yang membuat perjalanan selesai bukan selalu langkah yang besar.

Tetapi langkah yang terus dilakukan.

Dan jika ada orang yang kita beri utang lalu kita belum mampu membayar sesuai harapan mereka, jangan menghilang.

Komunikasikan dengan jujur.

Katakan kemampuan kita.

Jangan memberikan janji yang kita sendiri tidak yakin bisa menepatinya.

Lebih baik berkata,

“Saya belum mampu membayar semuanya sekarang, tetapi saya tidak melupakan kewajiban saya. Saya akan berusaha membayarnya secara bertahap.”

Kejujuran mungkin tidak langsung menyelesaikan utang.

Tetapi kejujuran menjaga kita dari menambah masalah baru.

Langkah Kecil Hari Ini

Ambil daftar utang yang sudah kita buat kemarin.

Kemudian beri tanda:

🔴 Sangat mendesak
🟡 Perlu segera ditangani
🟢 Bisa dicicil secara bertahap

Setelah itu, pilih satu kewajiban yang paling perlu kita hadapi terlebih dahulu.

Bukan semuanya.

Satu saja.

Pikirkan:

Apa yang bisa kulakukan untuk kewajiban ini dengan kemampuan yang kumiliki sekarang?

Kalau belum punya uang, mungkin langkah pertamanya adalah menghubungi orang tersebut.

Kalau punya sedikit, mungkin mulai menyisihkan.

Kalau ada barang atau pengeluaran yang bisa dikurangi, mulai dari sana.

Hari ini kita tidak mencari kesempurnaan.
Kita mencari satu langkah yang bisa dilakukan.

Doa Hari Ini

Ya Allah, Engkau mengetahui seluruh kewajibanku dan Engkau mengetahui keterbatasanku.

Berikan aku kebijaksanaan untuk menentukan prioritas. Jangan biarkan aku mengambil keputusan karena panik. Jauhkan aku dari menambah utang tanpa perhitungan dan dari jalan yang tidak Engkau ridai.

Ya Allah, bukakan jalan rezeki yang halal dan berkah. Berikan aku kemampuan untuk memenuhi amanah sedikit demi sedikit sampai semuanya terselesaikan.

Berikan aku keberanian untuk jujur, kesabaran untuk menjalani proses, dan keteguhan untuk tidak menyerah.

Jika hari ini aku hanya mampu melangkah sedikit, terimalah ikhtiarku dan kuatkan aku untuk melanjutkannya esok hari.

Ya Allah, aku tidak meminta semuanya selesai dalam sekejap.
Aku hanya memohon, tuntun aku dari satu langkah menuju langkah berikutnya sampai Engkau bukakan jalan menuju kelapangan.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Pesan untuk Diriku Hari Ini

Aku tidak harus menyelesaikan semuanya hari ini.

Aku tidak harus memiliki uang dalam jumlah besar hari ini.

Aku hanya perlu berhenti panik dan mulai menentukan langkah.

Satu utang untuk dihadapi.
Satu langkah untuk dilakukan.
Satu doa untuk dipanjatkan.

Pelan-pelan.

Karena sedikit yang konsisten lebih baik daripada banyak yang hanya menjadi rencana.

— Langit Didada


Baca selengkapnya di: https://www.wattpad.com/1655487134-30-hari-menjemput-lunas-hari-3