HARI KE-4
Aku melepaskan rasa takut akan kekurangan dan memilih percaya pada luasnya rezeki Allah.
Hari demi hari, hidupku dipenuhi kecukupan, kemudahan, dan keberkahan.
Aku melepaskan rasa takut akan kekurangan dan memilih percaya pada luasnya rezeki Allah.
Hari demi hari, hidupku dipenuhi kecukupan, kemudahan, dan keberkahan.
Ada begitu banyak hal yang harus kuselesaikan.
Memikirkan yayasan.
Memikirkan kehidupan.
Memikirkan kebutuhan sehari-hari.
Memikirkan berbagai tanggung jawab yang belum selesai.
Kalau semuanya kupikul sendiri...
Kalau semuanya kupikirkan sendiri...
Rasanya berat sekali.
Bahkan mungkin terlalu berat untuk kemampuan seorang manusia sepertiku.
Tetapi hari ini aku kembali diingatkan:
Mengapa aku harus memikul semuanya sendiri, sementara aku punya Allah?
Allah yang menciptakan semuanya.
Allah yang mengetahui semuanya.
Allah yang mengizinkan sesuatu terjadi.
Dan kalau Allah mengizinkan aku berada di suatu keadaan, aku percaya Allah juga sudah mengetahui jalan yang akan membawaku melewatinya.
Mungkin jalannya belum terlihat.
Mungkin jawabannya belum datang.
Mungkin hari ini aku masih bertanya-tanya bagaimana semuanya akan selesai.
Tetapi aku tidak ingin lagi memaksa pikiranku mencari semua jawabannya.
Aku serahkan kepada Allah.
Bukan berarti aku berhenti berusaha.
Aku tetap akan melakukan bagianku.
Aku tetap akan mengetik, menghubungi, mengurus, mencari jalan, berdoa, dan melakukan apa yang mampu kulakukan.
Tetapi setelah itu...
Aku tidak mau membawa beban yang bukan lagi bagian dari kemampuanku.
Aku serahkan kepada Allah.
Karena ada batas kemampuan manusia.
Tetapi tidak ada batas kekuasaan Allah.
Aku tidak tahu bagaimana urusan yayasan akan berjalan.
Aku tidak tahu bagaimana kehidupanku ke depan.
Aku tidak tahu dari mana rezeki akan datang.
Aku tidak tahu bagaimana satu per satu kebutuhan akan terpenuhi.
Dan ternyata...
Aku tidak harus tahu semuanya.
Allah tahu.
Itu sudah cukup.
Hari ini aku ingin semakin dekat kepada-Nya.
Ketika pikiranku mulai penuh, aku berdzikir.
Ketika hatiku mulai takut, aku berdoa.
Ketika aku merasa tidak mampu, aku berserah diri.
Ketika ada kemudahan, aku bersyukur.
Dan ketika belum ada jawaban, aku belajar menunggu.
Aku percaya...
Allah tidak pernah meminta aku mengendalikan seluruh hidupku.
Allah hanya meminta aku percaya, beribadah, berikhtiar, dan berjalan di jalan yang diridai-Nya.
Maka hari ini aku lepaskan beban yang selama ini terlalu lama kugenggam sendiri.
Aku letakkan semuanya di hadapan Allah.
Tentang yayasan, aku serahkan kepada Allah.
Tentang rezeki, aku serahkan kepada Allah.
Tentang kehidupanku, aku serahkan kepada Allah.
Tentang hari esok, aku serahkan kepada Allah.
Aku tetap berjalan, tetapi tidak lagi sendirian.
Karena ada Allah bersamaku.
Dan aku percaya...
Jika Allah mengizinkan sebuah perjalanan terjadi, Allah juga mampu mempersiapkan jalan keluarnya.
Ya Allah...
Hari ini aku datang kepada-Mu dengan segala beban yang ada di pikiranku.
Aku sudah terlalu lama mencoba memikirkan semuanya sendiri.
Aku tidak mampu, ya Allah.
Maka aku serahkan semuanya kepada-Mu.
Urusanku, Engkau yang urus.
Rezekiku, Engkau yang atur.
Jalanku, Engkau yang tuntun.
Masa depanku, Engkau yang jaga.
Berikan aku kekuatan untuk menjalankan bagianku dan ketenangan untuk menyerahkan bagian yang bukan kuasa tanganku.
Jangan biarkan aku sibuk memikirkan bagaimana semuanya akan selesai hingga lupa bahwa aku memiliki-Mu.
Dekatkan aku kepada-Mu.
Tenangkan hatiku.
Cukupkan aku dengan pertolongan-Mu.
Dan ketika aku mulai takut lagi, ingatkan aku:
Aku tidak sedang menghadapi semuanya sendirian.
Aku punya Allah.
Allah Yang Maha Kaya.
Allah Yang Maha Kuasa.
Allah Yang Maha Mengetahui.
Allah Yang tidak pernah kehabisan jalan untuk menolong hamba-Nya.
Maka hari ini aku memilih untuk percaya.
Aku serahkan semua bebanku kepada-Mu, ya Allah.
Dan aku akan terus mendekat kepada-Mu.
Aamiinn ya Mujibassailiin. 🤲🏻
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Ada masa ketika kita merasa sudah berjalan begitu jauh, tetapi tujuan masih terlihat sangat jauh.
Kita mulai lelah.
Mulai bertanya apakah usaha kita benar-benar akan menghasilkan sesuatu.
Bahkan terkadang kita melihat orang lain sudah sampai lebih dulu, sementara kita masih berada di jalan yang sama.
Jika hari ini kamu sedang merasakan hal itu, jangan buru-buru berhenti.
Tidak semua perjalanan harus ditempuh dengan langkah besar.
Ada kalanya kita hanya mampu melangkah sedikit.
Tidak apa-apa.
Satu langkah tetaplah sebuah kemajuan.
Kamu tidak harus menyelesaikan semuanya hari ini.
Cukup lakukan apa yang mampu kamu lakukan.
Hari ini satu langkah.
Besok satu langkah lagi.
Begitu seterusnya.
Sebab sesuatu yang besar sering kali dibangun dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan istiqamah.
Jangan meremehkan kemajuan kecilmu hanya karena belum sampai pada tujuan.
Mungkin orang lain tidak melihatnya.
Mungkin tidak ada yang memujimu.
Tetapi Allah melihat setiap usaha yang kamu lakukan.
Allah mengetahui berapa kali kamu hampir menyerah tetapi memilih untuk mencoba lagi.
Allah mengetahui setiap doa yang kamu panjatkan di tengah perjuangan.
Maka, jika hari ini kamu hanya mampu berjalan perlahan, berjalanlah.
Jika harus berhenti sebentar untuk mengambil napas, berhentilah.
Tetapi jangan menyerah pada perjalananmu.
Karena terkadang yang membuat kita sampai bukanlah langkah yang cepat, melainkan langkah yang terus dilakukan.
Apakah aku sedang meremehkan langkah kecilku hanya karena belum melihat hasil yang besar?
Ya Allah, berikan aku kekuatan untuk terus melangkah meski perlahan.
Ketika aku lelah, berikan aku kesempatan untuk beristirahat tanpa kehilangan harapan.
Ketika aku merasa tertinggal, ingatkan aku bahwa setiap hamba memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing.
Berkahilah setiap usaha kecil yang kulakukan dan tuntunlah langkahku menuju jalan yang Engkau ridai.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
“...dan barang siapa menyelamatkan satu kehidupan, seolah-olah dia telah menyelamatkan seluruh manusia.”
(QS. Al-Ma'idah: 32)
Ada orang-orang yang tetap tersenyum meski sedang menyimpan banyak kesedihan.
Tetap membantu meski dirinya sendiri sedang membutuhkan bantuan.
Tetap menguatkan orang lain meski hatinya sedang rapuh.
Mungkin kita pernah bertemu dengan seseorang seperti itu.
Dan mungkin, tanpa kita sadari, kita juga pernah menjadi orang tersebut.
Menjadi baik bukan berarti kita tidak pernah lelah.
Menolong orang lain bukan berarti hidup kita selalu baik-baik saja.
Kita boleh lelah.
Kita boleh menangis.
Kita boleh beristirahat.
Tetapi jangan biarkan kesulitan membuat hati kita kehilangan keinginan untuk berbuat baik.
Sebab terkadang, satu kebaikan kecil yang kita lakukan bisa menjadi sangat berarti bagi seseorang.
Senyuman sederhana.
Pesan singkat, “Kamu baik-baik saja?”
Memberikan makanan kepada seseorang yang membutuhkan.
Mendengarkan tanpa menghakimi.
Mendoakan seseorang diam-diam.
Hal-hal kecil seperti itu mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi cahaya bagi orang lain yang sedang berada dalam kegelapan.
Namun ingat, menjadi cahaya bukan berarti harus membakar diri sendiri.
Jaga dirimu juga.
Istirahatlah ketika lelah.
Mintalah pertolongan ketika membutuhkan.
Dan jangan lupa mengisi kembali hatimu dengan doa dan dzikir.
Karena kita tidak bisa terus memberi jika hati kita sendiri tidak pernah diberi kesempatan untuk beristirahat.
Jadilah baik semampumu.
Tidak perlu menjadi sempurna.
Cukup hadir dengan ketulusan.
Mungkin kita tidak mampu mengubah seluruh dunia.
Tetapi kita bisa membuat satu hati merasa sedikit lebih kuat hari ini.
Kebaikan kecil apa yang bisa kulakukan hari ini untuk membuat seseorang merasa tidak sendirian?
Ya Allah, jadikan aku pribadi yang membawa kebaikan di mana pun aku berada.
Jika aku bertemu dengan orang yang sedang lelah, jadikan aku sebab datangnya ketenangan baginya.
Jika ada yang membutuhkan pertolongan, berikan aku kemampuan untuk membantu.
Dan ketika aku sendiri sedang lemah, kirimkanlah orang-orang baik yang Engkau kehendaki untuk menguatkanku.
Jadikan setiap kebaikan kecil yang kulakukan sebagai amal yang Engkau ridai.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Hari ini aku tidak ingin terlalu banyak berpikir tentang hari esok.
Bukan karena aku tidak punya masalah.
Bukan karena hidupku sudah baik-baik saja.
Justru ada banyak hal yang sebenarnya bisa membuat pikiranku sibuk memikirkan masa depan.
Tetapi kali ini aku memilih berhenti.
Aku tidak ingin mendahului apa yang sudah Allah tuliskan untukku.
Aku percaya penuh kepada Allah.
Kalau hari ini aku masih diberi kesempatan untuk menjalani hari, maka tugasku adalah menjalani hari ini sebaik mungkin.
Bukan hidup di hari esok.
Bukan memikirkan semua kemungkinan buruk yang bahkan belum tentu terjadi.
Hari ini saja.
Aku akan mengikuti skenario Allah.
Kalau hari ini Allah memberiku kemudahan, aku akan bersyukur.
Kalau hari ini Allah memberiku ujian, aku akan berusaha bersabar.
Kalau hari ini ada sesuatu yang belum selesai, aku akan mengusahakannya semampuku.
Kalau ada sesuatu yang belum bisa kuselesaikan, aku akan menyerahkannya kepada Allah.
Karena aku mulai memahami...
Tidak semua hal harus kuselesaikan dengan pikiranku sendiri.
Ada hal-hal yang memang menjadi bagian Allah untuk mengaturnya.
Aku hanya perlu menjalankan bagianku.
Berdoa.
Berikhtiar.
Bersyukur.
Bersabar.
Dan tetap mendekat kepada-Nya.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Tetapi aku tidak takut.
Karena Allah sudah ada di sana sebelum aku sampai di sana.
Betapa sering aku mencemaskan sesuatu yang ternyata tidak terjadi.
Betapa sering aku memikirkan jalan keluar, sementara Allah kemudian membukakan jalan yang sama sekali tidak terpikirkan olehku.
Maka hari ini aku ingin belajar percaya lebih dalam.
Kalau Allah yang mengatur, aku tidak perlu takut pada masa depan.
Aku akan menjalani hari ini.
Menikmati apa yang Allah berikan hari ini.
Mengerjakan apa yang bisa kukerjakan hari ini.
Dan ketika malam tiba, aku akan menyerahkan hari yang telah kulalui kepada-Nya.
Besok?
Biarlah besok menjadi urusan Allah.
Aku akan sampai di sana ketika waktunya tiba.
Dan aku percaya, ketika aku sampai di sana, Allah sudah menyiapkan apa yang aku perlukan untuk melewatinya.
Ya Allah...
Aku serahkan hari esok kepada-Mu.
Aku tidak ingin terlalu sibuk memikirkan sesuatu yang belum terjadi.
Aku tidak ingin ketakutan terhadap masa depan merampas ketenanganku hari ini.
Ajari aku menikmati setiap hari yang Engkau berikan.
Jika ada sesuatu yang harus kuhadapi, kuatkan aku ketika waktunya tiba.
Jika ada rezeki yang sedang Engkau siapkan, tuntun aku menuju jalan itu.
Jika ada ujian yang harus kulewati, berikan aku kekuatan untuk melewatinya.
Dan jika ada sesuatu yang belum mampu kupahami hari ini, berikan aku kesabaran untuk menunggu penjelasan-Mu.
Aku percaya kepada-Mu, ya Allah.
Maka hari ini aku memilih tenang.
Aku memilih bersyukur.
Aku memilih terus mendekat kepada-Mu.
Dan aku memilih menjalani hidup ini...
satu hari demi satu hari, mengikuti skenario-Mu.
Aamiinn ya Mujibassailiin. 🤲🏻