HARI 1
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Hari ini, mari kita mulai dari satu kejujuran sederhana:
Ya, aku punya utang.
Mungkin jumlahnya tidak sedikit.
Mungkin sudah jatuh tempo.
Mungkin ada yang terus menagih.
Mungkin setiap kali membuka ponsel, kita takut melihat pesan masuk.
Mungkin setiap malam kepala kita penuh dengan pertanyaan:
“Kapan lunas?”
“Dari mana uangnya?”
“Bagaimana kalau aku tidak mampu?”
Dan semakin dipikirkan, terkadang hati justru semakin sesak.
Hari ini, jangan dulu memikirkan bagaimana seluruh utang itu akan lunas.
Tenangkan hati.
Tarik napas.
Katakan kepada diri sendiri:
“Aku memang sedang punya masalah, tetapi aku belum kehabisan jalan.”
Utang adalah masalah yang harus diselesaikan.
Tetapi utang bukan berarti kita adalah manusia yang gagal.
Jangan menghukum diri sendiri sepanjang hari hanya karena sedang berada dalam kesulitan.
Yang sudah terjadi, kita hadapi.
Yang masih bisa diperbaiki, kita perbaiki.
Yang belum kita tahu jalan keluarnya, kita cari pelan-pelan.
Dan yang berada di luar kemampuan kita, kita serahkan kepada Allah setelah kita melakukan bagian kita.
Langkah Kecil Hari Ini
Hari ini, kita tidak perlu mencari uang dalam jumlah besar.
Hari ini cukup berani melihat kenyataan.
Ambil buku atau catatan di ponsel.
Tuliskan semua utang yang kita miliki.
Tidak perlu malu dengan angka-angkanya.
Tuliskan:
kepada siapa kita berutang,
berapa jumlahnya,
kapan harus dibayar,
berapa yang sudah pernah dibayar,
dan berapa sisa yang masih harus diselesaikan.
Jangan hanya menyimpan semuanya di kepala.
Karena sesuatu yang terus berputar di kepala sering terasa jauh lebih besar daripada ketika kita melihatnya dalam sebuah daftar.
Mungkin setelah ditulis kita akan terkejut.
Mungkin jumlahnya memang besar.
Tidak apa-apa.
Setidaknya sekarang kita sudah tahu apa yang sedang kita hadapi.
Kita tidak lagi berperang melawan sesuatu yang tidak jelas bentuknya.
Besok kita bisa mulai memikirkan langkah berikutnya.
Hari ini, cukup satu langkah:
berani menghadapi kenyataan tanpa kehilangan harapan.
Doa Hari Ini
Allahumma ikfini bihalalika ‘an haramika, wa aghnini bifadhlika ‘amman siwak.
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu.”
Ya Allah…
Aku datang kepada-Mu dengan segala keterbatasanku.
Engkau tahu utang yang sedang kupikul.
Engkau tahu kegelisahan yang tidak selalu mampu kuceritakan kepada siapa pun.
Berikan aku ketenangan untuk menghadapinya.
Berikan aku keberanian untuk memperbaiki kesalahanku.
Bukakan jalan rezeki yang halal.
Berikan aku kemampuan untuk memenuhi amanah dan melunasi apa yang menjadi kewajibanku.
Jauhkan aku dari keputusan yang lahir karena kepanikan.
Jauhkan aku dari jalan yang haram.
Dan jangan biarkan beban utang membuatku berputus asa dari rahmat-Mu.
Ya Allah, aku belum tahu bagaimana semuanya akan selesai.
Tetapi hari ini aku memilih untuk percaya bahwa bersama-Mu, selalu ada jalan untuk berusaha.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Pesan untuk Diriku Hari Ini
Aku punya utang, tetapi aku tidak kehilangan Allah.
Aku mungkin belum tahu kapan semuanya akan lunas.
Tetapi aku bisa mulai hari ini.
Satu catatan.
Satu langkah.
Satu usaha.
Satu doa.
Dan satu keyakinan:
Aku tidak harus menyelesaikan semuanya hari ini.
Aku hanya perlu mulai berjalan.
— Langit Didada
https://www.wattpad.com/1655147266-30-hari-menjemput-lunas-hari-1
