HARI 2
Jangan Takut Melihat Angka
“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)
Ada satu hal yang sering kita hindari ketika sedang terlilit utang:
menghitungnya.
Kita takut melihat totalnya.
Takut mengetahui berapa yang sebenarnya harus dibayar.
Takut melihat nama-nama orang yang masih menunggu pembayaran.
Akhirnya kita memilih untuk tidak menghitung sama sekali.
Padahal, sesuatu yang tidak kita hitung bukan berarti tidak ada.
Justru karena tidak mengetahui jumlah sebenarnya, pikiran kita terus dipenuhi ketakutan.
Hari ini, mari kita berani melihat angka.
Bukan untuk menakut-nakuti diri sendiri.
Tetapi supaya kita tahu dari mana harus mulai.
Ambil catatan.
Tuliskan semuanya dengan jujur.
Utang kepada siapa.
Berapa jumlahnya.
Berapa yang sudah dibayar.
Berapa sisanya.
Kapan harus dibayar.
Jika ada cicilan, tuliskan cicilan dan jatuh temponya.
Jika ada utang yang tidak memiliki tanggal pasti, tetap catat.
Jangan sembunyikan satu pun dari catatan itu.
Tidak perlu malu kepada kertas.
Tidak perlu takut kepada angka.
Angka tidak sedang menghakimi kita.
Angka hanya sedang menunjukkan keadaan yang perlu kita hadapi.
Mungkin setelah semuanya ditulis, kita akan merasa,
“Ya Allah… ternyata sebanyak ini.”
Tidak apa-apa.
Tarik napas.
Jangan langsung panik.
Karena sekarang kita sudah memiliki sesuatu yang sebelumnya tidak kita punya:
gambaran yang jelas.
Dan dari gambaran itulah kita bisa mulai menyusun prioritas.
Mana yang paling mendesak?
Mana yang memiliki jatuh tempo paling dekat?
Mana yang harus segera dikomunikasikan?
Mana yang bisa dicicil?
Mana yang bisa dinegosiasikan dengan baik?
Jangan mencoba membayar semuanya sekaligus jika kemampuan kita memang belum memungkinkan.
Kita sedang mencari jalan, bukan sedang berlomba.
Yang penting adalah kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi.
Kalau hari ini kita hanya mampu membayar sedikit, jangan meremehkan sedikit itu.
Sedikit yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tetap merupakan sebuah langkah.
Dan jangan pula mengambil keputusan karena panik.
Jangan sampai karena takut melihat angka, kita kembali mengambil utang baru tanpa perhitungan hanya untuk menutup utang lama.
Hari ini kita sedang belajar:
menghadapi angka dengan kepala dingin dan hati yang tetap berharap kepada Allah.
Karena utang yang terlihat mungkin terasa berat.
Tetapi utang yang terus kita hindari akan semakin sulit ditata.
Langkah Kecil Hari Ini
Buat satu daftar sederhana:
TOTAL UTANGKU
Kemudian bagi menjadi beberapa bagian:
Utang yang paling mendesak
Utang dengan jatuh tempo terdekat
Utang yang bisa dicicil
Utang yang perlu dibicarakan atau dinegosiasikan
Setelah itu, hitung total keseluruhan.
Tidak perlu mencari uangnya hari ini.
Cukup kenali medan perjuangannya.
Besok kita akan mulai belajar bagaimana menentukan mana yang harus didahulukan, supaya langkah kita tidak asal bergerak.
Doa Hari Ini
Ya Allah, berikan aku keberanian untuk menghadapi kenyataan hidupku.
Jauhkan aku dari rasa takut yang membuatku menghindar. Berikan aku kejernihan dalam mengatur kewajibanku, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, dan kesabaran dalam menjalani prosesnya.
Ya Allah, bukakan bagiku jalan rezeki yang halal dan berkah. Mudahkan aku memenuhi amanah kepada orang-orang yang telah memberikan kepercayaan kepadaku.
Jika kemampuanku hari ini masih kecil, jangan biarkan aku meremehkannya. Ajarkan aku untuk menghargai setiap langkah kecil yang kulakukan dengan sungguh-sungguh.
Dan ketika melihat angka-angka itu membuat hatiku takut, ingatkan aku bahwa sebesar apa pun masalahku, pertolongan-Mu jauh lebih besar.
Aku akan menghadapi kenyataan ini.
Aku akan menyusun langkah.
Dan aku tidak akan berhenti berharap kepada-Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘alaminn
Pesan untuk Diriku Hari Ini
Aku tidak perlu takut pada angka.
Aku hanya perlu tahu apa yang harus kuhadapi.
Hari ini aku mungkin belum punya cukup uang untuk melunasinya.
Tetapi hari ini aku sudah punya keberanian untuk melihatnya.
Dan itu adalah awal.
Karena sesuatu yang mulai kita hadapi, mulai bisa kita tata.
— Langit Didada
https://www.wattpad.com/1655270305-30-hari-menjemput-lunas-hari-2
