Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

📖 Baca selengkapnya di Wattpad: 

HARI 5

“Seandainya waktu itu aku tidak meminjam…”

“Seandainya dulu aku lebih hati-hati…”

“Seandainya aku tidak mengambil keputusan itu…”

Pernahkah kalimat-kalimat seperti itu berulang-ulang di kepala?

Mungkin kita menyesal.

Mungkin ada keputusan yang sekarang kita sadari ternyata kurang tepat.

Mungkin dulu kita berutang karena kebutuhan.

Mungkin karena keadaan.

Mungkin karena ingin membantu orang lain.

Atau mungkin karena kita memang pernah salah mengatur keuangan.

Apa pun alasannya…

yang sudah terjadi tidak bisa kita putar kembali.

Kita boleh menyesal.

Tetapi jangan tinggal di dalam penyesalan.

Karena terus-menerus menyalahkan diri sendiri tidak akan mengurangi jumlah utang.

Tidak akan mengubah masa lalu.

Dan tidak akan membuat kita lebih mudah menemukan jalan keluar.

Hari ini, mari berkata kepada diri sendiri:

“Aku pernah melakukan kesalahan, tetapi aku tidak harus terus menjadi kesalahan itu.”

Aku masih bisa belajar.

Aku masih bisa memperbaiki.

Aku masih bisa mengubah kebiasaan.

Aku masih bisa menata kembali hidupku.

Dan yang paling penting…

aku masih punya kesempatan untuk memulai.

Jangan gunakan kesalahan masa lalu sebagai alasan untuk menghancurkan hari ini.

Kalau dulu kita boros, belajar lebih hemat.

Kalau dulu tidak mencatat pengeluaran, mulai mencatat.

Kalau dulu terlalu mudah berutang, belajar mengatakan tidak.

Kalau dulu mengambil keputusan karena terburu-buru, sekarang belajar berpikir lebih panjang.

Kalau dulu tidak punya perencanaan, sekarang mulai membuatnya.

Penyesalan yang baik bukan yang membuat kita terus menangis.

Penyesalan yang baik adalah yang membuat kita berubah.

Mungkin kita belum bisa melunasi utang hari ini.

Tidak apa-apa.

Tetapi kita bisa membuat satu keputusan hari ini:

aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

Itu sudah sebuah kemajuan.

Dan jangan lupa…

Allah mengetahui keadaan kita.

Allah mengetahui kesalahan kita.

Allah juga mengetahui usaha kita untuk memperbaikinya.

Jangan merasa terlalu kotor untuk berdoa.

Jangan merasa terlalu jauh untuk kembali kepada Allah.

Selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

🌿 Langkah Kecil Hari Ini

Ambil kertas dan tuliskan dua hal:

1. Kesalahan yang ingin aku tinggalkan.

Contoh:

"Aku terlalu sering berutang tanpa menghitung kemampuan membayar."

2. Kebiasaan baru yang ingin aku bangun.

Contoh:

"Mulai hari ini, aku tidak akan mengambil utang baru sebelum benar-benar menghitung kemampuan membayarnya."

Tidak perlu membuat sepuluh perubahan sekaligus.

Pilih satu.

Lakukan setiap hari.

Karena kita tidak sedang mengejar perubahan yang terlihat hebat dalam sehari.

Kita sedang membangun kehidupan yang lebih sehat sedikit demi sedikit.

Dan malam ini, sebelum tidur, maafkan dirimu.

Bukan berarti membenarkan kesalahan.

Tetapi memberi dirimu kesempatan untuk memperbaikinya.

🤲 Doa Hari Ini

Ya Allah, aku mengakui bahwa aku pernah melakukan kesalahan.

Ada keputusan yang kusesali. Ada langkah yang seharusnya tidak kuambil. Ada hal-hal yang ingin sekali kuulang dan kuperbaiki.

Namun aku tahu waktu tidak dapat kembali.

Maka ya Allah, jangan biarkan penyesalanku membuatku berhenti menjalani hari ini.

Ampuni kesalahanku. Ajarkan aku dari masa lalu. Berikan aku kebijaksanaan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Berikan aku kekuatan untuk memperbaiki kehidupanku sedikit demi sedikit.

Ya Allah, ketika aku merasa malu dengan keadaanku, ingatkan aku bahwa aku masih boleh datang kepada-Mu.

Ketika aku merasa tidak layak mendapatkan pertolongan, ingatkan aku bahwa rahmat-Mu jauh lebih luas daripada kesalahanku.

Dan ketika aku mulai putus asa, tuntunlah hatiku untuk kembali berharap.

Aku tidak bisa mengubah masa lalu, ya Allah.
Tetapi dengan pertolongan-Mu, aku ingin memperbaiki hari ini dan menata hari esok.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


🌙 Pesan untuk Diriku Hari Ini

Aku memang pernah salah.

Tetapi aku bukan kegagalanku.

Aku memang sedang punya utang.

Tetapi utang bukan seluruh identitasku.

Aku sedang menjalani sebuah masalah.

Dan aku akan berusaha menyelesaikannya.

Bukan dengan membenci diriku sendiri,
tetapi dengan belajar menjadi lebih bijaksana.

Masa lalu biarlah menjadi guru.

Hari ini menjadi kesempatan.

Dan esok…

semoga menjadi langkah yang lebih baik.

— Langit Didada