BAHAGIAMU DI ATAS LUKAKU (CERITA PENDEK)

 

Sudah 2 hari mas Al pulang kampung, dia mengambil cuti tahunannya dari tempat kerjanya.

Ibunya mas Al sedang sakit keras yang mengharuskan mas Al untuk segera pulang.

Karena belum ada kabar, Rina mencoba untuk menelponnya.

Karena ponsel mas Al tidak aktif, Rina mencoba menelpon saudara mas al yang notabene sahabat Rina juga.

Telpon di angkat, Rudi (sahabat Rina) menjawab salam Rina.

Rina langsung menanyakan kabar mas Al, ponselnya tidak aktif.

Rudi mau menjawab pertanyaan tetapi dia memberi syarat.

"Sebelum aku memberi tahu kabar Al, mohon kamu jangan kaget ya?, janji?"

"Iya, janji" jawab Rina sambil bertanya dalam hati, ada apa ya?

Rudi kemudian menceritakan kalau mas Al pulang mau di jodohkan dengan perempuan pilihan orang tuanya.

Rina shock, seketika air matanya menetes.

"Rin.. Kamu masih mendengarkan kan?" tanya Rudi

"Iya.." jawab rina sambil menahan air matanya yang semakin deras, karena dia sudah berjanji untuk biasa saja.

Dengan sekuat tenaga rina bertanya "mas Al mau ya di jodohkan?"

"Iya, dia mau di jodohkan karena ibu nya sedang sakit parah"

Rudi masih terus bercerita

"Sekarang al masih menjemput calon istrinya di Surabaya, karena calon istrinya masih bekerja di sana"

"Terimakasih Rud sudah memberi kabar, salam buat mas Al ya?" ujar Rina

"Iya Rin, nanti aku sampaikan salam kamu, kamu di situ baik-baik saja ya? Jaga kesehatannya" jawab Rudi

Kemudian Rina pun menutup telponnya.

Rina masih berdiri dengan ponsel masih di telinganya, dia terdiam, kosong seketika.

Air mata yang dia tahan dari tadi, langsung mengalir deras.

Rina masih shock, karena mas Al tidak ada pembicaraan tentang perjodohan yang akan di lakukan orang tuanya. Dia berpamitan pulang seperti biasa, Rina masih mengantar sampai bus nya datang.

 

Selang beberapa waktu, Rina tersadar, dia menghapus air matanya, "Astoghfirullohaladzim" gumamnya, kemudian dia bergegas ke kamar di asrama mas Al tinggal.

Siang itu rina membersihkan kamar mas Al.

Rina jadikan satu barang-barang kenangan dia dengan mas Al, di letakkan rapi di lemari.

Teman-teman mas Al mungkin sudah tau kejadian yang terjadi, menemani Rina sambil menghiburnya.

Rina malah berlagak tidak tahu apa-apa, Rina tetap ceria di hadapan mereka, walaupun hatinya menangis.

 

Pulang ke asrama nya, Rina masih seperti biasa, karena teman-teman seasrama belum tahu apa yang sedang terjadi. Kemudian Rina tidur sebentar karena dia masuk kerja malam.

 

Rudi menelpon sahabatnya di sini, dia bilang kalau dia sudah ceritakan semua sama Rina. Sahabat nya marah besar

"Kamu gila ya Rud, rina kerja di sini, kalau ada apa-apa bagaimana?" teriak pak Bam sahabat Rudi.

"Bagaimana kalau dia tahu dari orang lain, bukan dari saudaranya, malah menyakitkan dia pak" ujar Rudi.

Pak Bam atasan kerja rina, beliau menyayangi Rina, sehingga pak bam takut Rina tidak konsentrasi bekerja karena mendengar kabar itu.

 

Rina masih bekerja seperti biasa.

Pak Bam malam itu memberi pekerjaan ringan, mungkin karena pak Bam tahu suasana hati Rina.

Sambil terus memperhatikan gerak gerik Rina.

Malam itu Rina sangat sakit hatinya, melihat tempat kerjanya. Rina terbayang mas Al yang selalu bersama.

Pak bam mendekati Rina, menghiburnya dengan cerita lucunya. Rina tertawa terpingkal-pingkal.

"Ya Allah.. Kasihan sekali anak ini" gumam pak Bam dalam hati.

 

Libur kerja, Rina berkunjung ke asrama saudara mas Al yang sudah berkeluarga. Namanya mas Nano, akrab juga dengan Rina.

Ngobrol seperti biasa, mas Nano juga menceritakan kabar mas Al, dia bilang mas Al sudah menikah, dia mengirim foto pernikahannya.

"Kamu ga apa-apa Al menikah?" tanya mas Nano

"Tidak apa-apa mas, sudah jodohnya, selain itu mas al sudah berbakti kepada kedua orang tuanya dengan menerima perjodohan ini. Sama saya juga masih pacaran belum ke jenjang pernikahan". Jawab Rina

Mas nano tersenyum sambil menepuk pundak Rina.

Dia bilang istri mas al mirip Rina. Istrinya mas nano juga bilang seperti itu. Sambil memperlihatkan foto pengantin mas Al.

Hati Rina terbakar rasanya,bukan karena dia menikah tetapi tidak adanya pembicaraan tentang perjodohan, itu yang membuat Rina sakit sekali, tetapi Rina yang mempunyai sifat lembut dan penyabar tidak memperlihatkan keadaan hatinya.

"Masyaa Allah.. Cantiknya istri mas Al" puji Rina. "Cantik ini mas, dari pada saya" bantahan Rina untuk mas Nano dan istrinya.

Di tempat Al dan rina bekerja sudah ramai membicarakan Al menikah.

Berbagai macam reaksi teman-teman, ada yang perhatian, ada yang mendekati dan lain-lain.

 

Waktu terus berjalan, sudah 30 hari sepeninggal mas Al.

Rina sudah sedikit demi sedikit melupakan mas Al, walaupun itu sangat sulit di lakukan.

Kabar kedatangan mas Al pun sampai ke telinga Rina.

Rina di suruh datang ke asrama mas Al.

 

Rina datang menemui mas Al.

Melihat mas Al sambil tersenyum, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Mas Al mendekati Rina, bertanya kabarnya. Rina menjawab "baik mas"

Mas Al pegang tangan Rina, dia bertanya : "cincinnya mana? Kok tidak di pakai?"

Mas Al menanyakan cincin pemberiannya yang harus selalu di pakai di jari Rina.

"Ada, tadi mandi aku copot, lupa memakainya lagi" jawab Rina membohongi mas Al. Karena cincin itu sudah di simpannya.

"Nanti di pakai ya?" ujar mas Al.

Rina langsung melihat ke jari mas Al yang sudah terpasang cincin pernikahan.

Serasa mau berteriak sekerasnya, serasa mau marah-marah karena tidak di beritahu tentang kejadian yang sebenarnya.

Tetapi.. Lagi-lagi Rina hanya menghembuskan nafasnya.

Sekuat hati Rina bertanya : "mas..itu cincin..."

Rina tidak kuat meneruskan perkataan nya lagi.

Kemudian mas Al mencopot cincinnya, dia bilang : "ini udah aku copot cincinnya"

"Kenapa tidak di bawa kesini istrinya mas?" tanya Rina.

Mas Al terdiam

Rina melanjutkan bicaranya : "aku gak apa-apa mas, bawa saja kesini istrinya, kamu sudah berbakti sama orang tua, semoga ibu cepat sembuh ya.."

Al masih terdiam, kemudian dia mengalihkan pembicaraan : "kamu yang bersih-bersih ya? rapi kamarnya".

"Iya mas, barang-barang kenangan kita sudah aku jadikan satu, aku taruh di lemari situ ya?" sambil menunjuk lemari Rina melanjutkan "kalau mas Al mau buang, buang saja.

Kalau mau di kasihkan orang juga ga apa-apa"

Lagi-lagi mas al terdiam membisu.

Waktu menunjukkan pukul 9 malam, rina berpamitan pulang ke asramanya.

Rina tetap mencium tangan al seperti biasa.

 

Sejak waktu itu, komunikasi Rina dan Al terputus.

Walau masih bekerja satu bagian, masing-masing sudah tidak ada komunikasi lagi.

Sampai akhirnya rina di mutasi kerja ke bagian lain.

Rina di panggil Pak Sam, beliau atasan mas Al, pak Sam membawa Rina ke tempat kerja di bagian lain.

"Kamu pilih mau kerja di bagian mana? Tinggal pilih, kalau sudah siap langsung pindah kesini ya?" ujar pak sam

Rina mengangguk

Selanjutnya rina sudah mulai bekerja di bagian yang baru.

Mas al masih memperhatikan dari jauh, mencuri pandang.

Dekat dengan mas Al selama 4 tahun dan di pisahkan karena perjodohan memang menyakitkan.

Di sisi lain mas Al berbakti kepada orang tuanya, di sisi hatinya, mas Al masih mencintai Rina. Tetapi biar bagaimanapun mas Al sudah berstatus suami orang yang membuat Rina harus menjauhinya, walau Rina juga sangat mencintai mas Al. Sampai beberapa teman banyak yang ingin dekat dengan Rina, dia selalu menghindar, di hati Rina tetap ada mas Al.

 

Hari itu ada kabar duka yang di sampaikan sahabat mas Al, ibu mas Al meninggal dunia.

Rina pun ikut mengucapkan takziah, pulang kerja Rina ke asrama mas Al. Asrama yang sudah beberapa waktu tidak dia datangi lagi.

Melihat mas Al sangat sedih atas meninggalnya ibu nya, berada di perantauan yang tidak bisa ijin pulang. Rina memberi semangat mas Al.

Sebatas ucapan takziah, kemudian seperti sebelumnya mereka tidak berkomunikasi lagi.

 

Beberapa tahun kemudian Rina menerima pinangan teman kerjanya. Namanya Alex, dia satu-satunya laki-laki yang berani meminang Rina.

Karena selama ini yang mau mendekati Rina, di halang-halangi mas Al.

Sampai suatu hari Rina berjalan bersama mas Alex dan di hadang mas Al.

Rina berhenti dan alex bilang ke Rina :

"Ayo kita hadapi bersama, tidak usah takut, dia kan sudah tidak ada hubungannya sama kamu" sambil menggandeng tangan Rina.

Mereka pun lewat di depan mas Al. Mas Al menatap Rina, Rina menundukkan kepalanya.

 

Hati Rina dan Al masih bersatu, walau mereka sudah tidak ada komunikasi sama sekali.

Perjalanan cinta yang terhalang oleh perjodohan.

 

 

 CERITA PENDEK


                                                    BIONARASI   

Nama                                : Ana Restuningtyas

No Telp/HP                     : 082328700705

Media Sosial                   : Instagram : @puisi_ana

                                           Youtube : ARNT CHANEL

                                           Facebook : Ana Restuningtyas

 


 

 

 

 

 

 

 

CINTAKU,TAK LEKANG OLEH WAKTU

 

Saat ini aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan

Dalam heningku, tangisku, ceriaku, bahagiaku semua karenamu

Pikiran melayang jauh, daksaku penuh peluh

Meski raga terbentang jarak, perihalmu tak kan lekang oleh waktu

 

Dari sebuat bait menjadi narasi

Kuhidangkan dari dalam hati

Satu persatu kenangan, ku ingat kembali

Tertulis rapi menjadi puisi penuh elegi

 

Kepada lelaki yang aku cintai

Kita pasti bisa melalui fase sulit ini

Jika suatu saat nanti semesta mempertemukan kita

Menetaplah denganku, jangan ada lagi ada jeda


 

JUARA 1














 

 

“Memberi arti pada sebuah perpisahan’’

Alhamdulillah.. atas ijin Alloh, puisiku terpilih menjadi JUARA 1 dalam LOMBA MENULIS PUISI TINGKAT NASIONAL 2021 yang di selenggarakan oleh Puisea dengan tema PERPISAHAN

PAGIKU MASIH TANPAMU

 

Pagi yang selalu kunanti

Ku awali dengan menyebut Asma Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang

Memulai hari melangkah dengan pasti

Hangatnya mentari memberi semangat setiap insani

 

Pagi yang selalu menakjubkan

Dari udaranya yang segar, aku belajar tentang kesabaran

Kita adalah luka yang belum tersembuhkan

Kita masih butuh jeda untuk saling berinstropeksi diri

 

Menikmati sarapan dengan sebait puisi

Masih banyak hal yang ingin kutuliskan

Ingin ku ungkapkan rasa dalam kata

Tentang kita yang dipisahkan oleh keadaan

 

Secangkir kopi menemani pagi

Menghirup sinar matahari

Segala hal tentangmu, membuatku kian mencandu

Semakin liar dalam ruang imajiku

Bahwa aku sangat merindukanmu


AKU CAH MBATANG


 Bismillah..


Aku cah mBatang

Waktu berada di luar daerah nun jauh disana, berkenalan dengan banyak orang baru yang notabene bukan berasal dari satu daerah, (mereka dari berbagai daerah).
Pertama yg ditanyakan asal dari mana?
Batang, Jawa Tengah jawabku
Batang itu di mana yaa..?
Dimana nya Semarang?
Kalau dari kota Semarang kurang lebih 2 jam, melewati Alas Roban.
ooo Alas Roban..
Mereka sangat familiar banget dengan Alas Roban 😁 tetapi belum tahu Batang itu di mana.🤦🏻‍♀️
Alas Roban itu sudah masuk di daerah Kabupaten Batang jawabku lagi.
Batang sama Pekalongan dekat ya?
Kalau Pekalongan mereka tahu..
Sedih juga rasanya, kenapa Batang, Jawa Tengah banyak yang tidak tahu 😥
Rata2 mereka mengenal Alas Roban, dan Pekalongan.

Itu ceritaku beberapa tahun yang lalu, bisa di maklumi kalau mereka tahu nya Alas Roban, dan Pekalongan.
Karena media jaman dulu juga tidak seperti sekarang.

Aku cah mBatang

Batang dengan kuliner yang sudah dikenal seantero negeri, yaitu Megono nya.
Siapapun yang berasal dari Batang, dimanapun mereka berada, pasti kangen dengan sego megono khas Batang.

Selain Megono, di Batang juga terjenal dengan Emping mlinjo nya.
Belum lagi tempat-tempat wisatanya yang bagus2.
Dari laut, darat sampai pegunungan ada semua.
Dan beberapa tahun ke depan, in syaa Alloh Kabupaten Batang juga akan menjadi kawasan Industri yang besar.

Sedikit ceritaku tentang Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Daerahku tercinta, yang hari ini sedang berulang tahun yang ke 55 tahun 👏🏻👏🏻👏🏻🥳🥳

DIRGAHAYU KABUPATEN BATANG
MENUJU BATANG MANDIRI
Semoga bertambah maju dalam semua bidang pelayanannya, semakin sejahtera warganya, gemah ripah loh jinawi, aman sentosa, terhindar dari bencana, selalu dalam keredhoan dan keberkahan dari Alloh Ta'ala. Aamiinn Ya Robbal'alamiin..

Ana Restuningtyas
08 April 2021