PENA YANG TERLUPA RAK BUKU

Aku mencintaimu dengan jiwa,

meski kadang kau tak merasa.

Ketulusanku tak pernah sirna,

meski hatimu sering terlupa.


Hari-hari kulalui dengan doa,

agar cintamu tetap terjaga.

Namun kau sibuk dengan dunia,

hingga aku hanya jadi bayang semata.


Kelak saat aku tiada,

kau akan merindukan suara.

Baru kau tahu cinta sejati ada,

dalam hatiku yang penuh setia.


Jangan tunggu aku tiada,

baru kau hargai cinta yang nyata.

Karena kasih takkan kembali lagi,

saat aku pergi selamanya.