MELEPASKAN DAN MENERIMA

Di gerbang Mei yang baru terbuka,

Aku lepaskan lelah yang sempat bertahta.

Setiap baris doa kini mulai menyala,

Mengganti ragu menjadi percaya yang nyata.


Aku layak untuk bahagia yang tenang,

Aku pantas untuk hasil yang gemilang.

Bulan ini, rezeki datang tanpa penghalang,

Segala usaha berbuah manis dan terang.


Mei adalah tentang tumbuh dan mekar,

Menjadi kuat meski jalanan sempat sukar.

Aku adalah pemenang yang takkan gentar,

Menjemput mimpi dengan langkah yang sabar.


Rumah yang Kembali Kutemukan

Aku pernah menjadi laut yang tak tenang,

menyimpan badai tanpa arah yang pasti,

ombak-ombak kecil memukul hatiku diam-diam,

hingga aku lupa rasanya menjadi teduh.


Di cermin, kulihat wajah yang asing,

penuh retak dari kata-kata sendiri,

aku berjalan jauh mencari penerimaan,

tanpa sadar yang kucari ada dalam diri.


Hari ini aku pulang pada diriku,

mengumpulkan serpihan yang tercecer pelan,

kubiarkan luka bercerita tanpa dihakimi,

lalu kupeluk ia sebagai bagian perjalanan.


Aku bukan lagi badai yang kehilangan arah,

melainkan langit yang belajar menerima awan,

dan dalam tenang yang sederhana itu,

aku menemukan rumah: diriku sendiri.



Suamiku, Lukaku: Eksklusif di KBM

Alhamdulillah, perjalanan menulis ini kembali menghadirkan kejutan indah. Dari empat karya yang kutitipkan di KBM, satu di antaranya kini resmi menjadi karya eksklusif: Suamiku, Lukaku.

Aku bersyukur atas setiap langkah kecil yang membawaku sampai di sini. Menulis bukan sekadar kata, melainkan perjalanan rasa, tentang jatuh, bangkit, dan menjadi kuat. Eksklusif bukan hanya label, tapi juga cahaya yang lahir dari luka.

Terima kasih untuk doa dan dukungan yang selalu menguatkan. Semoga karya ini bisa menjadi cerita yang menemani dan menguatkan siapa pun yang membacanya.


*SUAMIKU,LUKAKU - langitdidada* Nayla menjalani pernikahan dua tahun bersama Arga, suami yang tidak pernah benar-benar menginginkannya. Ia disalahkan atas semua hal, termasuk soal keturuna, padahal diam-diam dokter pernah mengatakan... Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah: http://kbm.id/book/detail/f5d2b01b-667d-4e7b-a4c3-b414808e0f9b

PERJALANAN HIDUP MENUJU AKU

Ada hari yang terasa jauh

Langkah berat, hati pun rapuh

Namun waktu terus membawaku

Menemukan arti di tiap ragu


Ada luka yang tak terlihat

Kupendam dalam sunyi yang pekat

Tapi diri tak ingin rebah

Meski perjalanan tak selalu ramah


Ku belajar menerima

Tak semua tanya harus terjawab sempurna


Beginilah perjalanan ini

Mengajariku berdiri lagi

Saat dunia terasa sepi

Tetap kutemukan cara untuk berani


Dan bila bayangan masa lalu

Mencoba menahan langkahku

Ku percaya setiap detikku

Sedang membentuk siapa diriku


Ada mimpi yang hampir hilang

Tertutup waktu yang panjang

Namun hati tetap mencoba

Menjaga nyala kecil di dada


Ku belajar percaya

Bahwa esok bisa membawa cahaya


Beginilah perjalanan ini

Mengajariku berdiri lagi

Saat dunia terasa sepi

Tetap kutemukan cara untuk berani


Dan bila bayangan masa lalu

Mencoba menahan langkahku

Ku percaya setiap detikku

Sedang membentuk siapa diriku


Dan bila suatu hari nanti

Ku memandang kembali

Ku tahu semua langkah ini

Tak ada yang pergi tak berarti




FIKSI, BAPER, REALITA

Menjadi penulis itu kadang lucu. Cerita yang kutulis sering dikira sebagai kisah hidupku sendiri. Ada yang ikut baper, ada yang kirim pesan menenangkan, bahkan ada yang marah karena merasa ceritanya terlalu mirip dengan kehidupannya. Padahal, fiksi lahir dari imajinasi, riset, dan inspirasi kecil yang kadang muncul begitu saja.

Tapi di situlah indahnya menulis, ketika kata-kata mampu menyentuh hati, membuat orang merasa dekat, seolah kisah itu milik mereka. Mungkin itulah kekuatan cerita: ia hidup bukan hanya di kepala penulis, tapi juga di hati pembaca. Dan aku bersyukur, setiap bab yang kutulis bisa jadi jembatan rasa, meski kadang disalahpahami. Karena sejatinya, tulisan adalah doa yang mengalir, semoga membawa kebaikan bagi siapa pun yang membacanya.


- Langit Didada