POTRET KEMISKINAN
Karya :Ana Restunimgtyas
Bapak pengayuh becak duduk termenung, tatapannya kosong
Berangkat pagi perut belum terisi
Perih tak di rasakannya
Hanya air mineral menopang kelaparannya
Matahari semakin meninggi
Membakar kulitnya yang menghitam
Berhari-hari sepi penumpang
Semenjak ppkm level pertama hingga sekarang
Di rumahnya, seorang ibu sedang membakar singkong untuk makan, tidak ada nasi ataupun lauk pauk di rumahnya.
Hanya ada singkong hasil dari buruh di kebun juragan desanya.
Anak-anak yang sudah terbiasa dengan keadaan seadanya
Daaannn.. Nun jauh disana, di kota-kota
Berlimpah makanan yang di pamerkan setiap harinya
Tidak memandang ada banyak orang miskin yang menontonnya
Sambil menelan ludahnya, membayangkan bisa makan enak sekali saja
Ada lagi di gedung-gedung tinggi
Berkeliaran tikus² berdasi
Memperkaya diri, tak ada hati mengikis dana bantuan yang bukan haknya
Dimana rasa empatimu?
Buka mata hatimu
Di sudut² kota, di pelosok desa
Banyak orang menahan lapar
Berjuang melawan keadaan demi kelangsungan kehidupannya.
