TERIMA KASIH PENYULUHKU



Terima Kasih Penyuluhku 
Karya : Mujarwo

Tak pernah kudengar lelahmu
Walau peluh semburat didahimu
Tak pernah kulihat keluhmu
Sungguhpun beban teronggok ditengkukmu

Demi kami kau sembunyikan sedu sedanmu
Demi suksesku tak kautunjukkan bebanmu
Setiamu mengiringi langkah asaku
Kesabaranmu adalah wujud keikhlasanmu

Jasamu tak kan pernah kuabaikan
Kesadaranku abadikan kebajikanmu
Lelahmu semoga menjadi keberkahanmu
Sujudku selalu terselip doa untukmu

Jasamu terukir diprasasti kalbuku
Cahayamu bersinar dibinar tatapku
Seribu simpuh teronggok dikakimu
Kupersembahkan sebagai rasa terima kasihku

UNTUKMU GURUKU || SELAMAT HARI GURU NASIONAL

Guru

Dari nya kita bisa menulis dan membaca

Dari nya kita belajar tentang keikhlasan

Walau seringkali ada yang membuat kegaduhan

Kau tetap mengajar dengan penuh kesabaran

 

 

Guru..

Tanpa lelah kau mendidik kami

Darimu kami mengenal ilmu

Dengan berbagai pelajaran yang berharga

Kau bimbing kami menggapai cita-cita

 

Guru…

Kau adalah pejuang pendidikan

Sungguh besar pengabdianmu

Tekadmu terus menguat mencerdaskan anak bangsa

Di pelosok-pelosok desa hingga kota

 

Guru…

Sungguh besar sumbangsihmu terhadap kemajuan Negara

Darimu lahir orang-orang hebat dan bermartabat

Jasamu mengalir di setiap relung jiwa

Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa

 

Terimakasih guru

Doa kami mengalir setiap waktu 






KOPI DAN KEHIDUPAN

Menghirup aroma kopi yang kuat

Hitam pekatnya kopi semakin nikmat

Cita rasa kopi banyak di nikmati

Tua muda miskin kaya pria maupun wanita

 

Mari ngopi kawan..

Banyak hal yang ingin ku ceritakan

Tentang ujian kehidupan

Sepahit kopi yang dihidangkan

 

Puisiku menyapa secangkir kopi hitam

Hangat dalam dingin semesta malam

Bersama kopi aku bertahan melawan sepi

Ketika semuanya seperti tak mau mengerti hanya kopi yang menyemangati

 

Secangkir kopi membuat kita belajar

Dari hitamnya kita belajar ketulusan

Dari pahitnya kita berguru tentang ketabahan

Dari aromanya kita belajar berempati pada kehidupan





 

 

 

 

RENUNGAN SIANG

Kita hanyalah sepenggal nama yang akan terlupa, kecuali bagi mereka yang mencintai kita karena Allah...

Setiap kenangan tentang kita akan terhapus satu demi satu. Hingga tak lagi ada yang menyadari kepergian kita dari dunia ini...




HUJAN MENGHUJAM SENDU

Hujan menghujam sendu

Turun deras bersama air mataku

Penaku terhenti menulis kata

Larut dalam tetesan nikmatNya

 

Kilatan cahaya langit membuyarkan lamunan

Menggelegar bagai dentuman

Yang paling aku takutkan bila Guntur datang

Semesta gelap padamnya lampu penerangan

 

Bagaimana kelak di alam kubur

Sendirian dalam kegelapan

Semoga amal-amal di dunia mampu menerangi

Di alam kubur nanti