Doa dan Doaku

Di malam yang hening, aku berdoa,  

Untuk kehidupan yang kujalani,  

Untuk suamiku, orang tua, saudara juga sahabat-sahabatku

Dengan cinta yang tulus, dan ketulusan yang mendalam.


Aku berharap pada takdir yang indah,  

Semoga pertemuan itu tak lama lagi,  

Di waktu yang tepat, di tempat yang tepat,  

Dengan pasangan yang akan saling melengkapi.


Aku berdoa, semoga aku dipersiapkan,  

Untuk menjadi yang terbaik, bukan hanya untuk diri sendiri,  

Tapi juga untuk dia yang akan hadir,  

Menjadi pendamping sejiwa, dalam suka dan duka.


Malam ini aku hanya bisa berharap,  

Namun aku tahu, doa tak akan sia-sia,  

Suatu saat nanti, hidupku akan penuh dengan kebahagiaan,  

Dalam rumah tangga yang penuh berkah, penuh cinta.


--




AKU DAN HUJAN DI AKHIR RAMADHAN

Rintik-rintik jatuh di pelataran,

membasuh debu jalanan yang letih,

seperti jiwaku yang merindu ampunan,

di akhir Ramadan yang kian bersih.


Hujan turun dengan gemuruh doa,

membawa sejuk di hati yang gersang,

aku menatap langit penuh makna,

merenungi waktu yang kian berkurang.


Butir-butir air menari di jendela,

seperti air mata yang jatuh diam-diam,

mengalir bersama harapan yang menyala,

agar dosa luruh, kembali tentram.


Ya Allah, di derasnya hujan ini,

aku titipkan pinta di penghujung bulan,

jadikan hati ini bening kembali,

dan rezeki mengalir tanpa halangan.


Hujan pun reda, fajar menanti,

tak lama lagi gema takbir berseri,

semoga Ramadan ini tak sekadar pergi,

tapi tinggal di hati, abadi.


AKU DAN KURSI RODA

Melaju bersama dalam sunyi,

menyusuri jalanan kehidupan,

dengan luka, dengan harapan.


Bukan sayap yang kupunya,

tapi roda yang setia menemani,

membawaku melewati badai,

mengajakku menari di bawah mentari.


Kadang, dunia menatap iba,

seakan aku hanyalah bayang,

tapi tak mereka tahu,

aku adalah cahaya di jalanku sendiri.


Bukan keterbatasan yang mengikatku,

melainkan mimpiku yang membebaskan,

aku dan kursi rodaku,

bukan kisah sedih—tapi kisah perjuangan.


Biarkan roda ini terus berputar,

mengukir jejak, menembus batas,

karena aku tak diam dalam duka,

aku melaju, meraih bahagia.



KATA-KATA HARI INI



Di tengah kesibukan yang tak berkesudahan,
Kamu tetap menjadi prioritas hatiku.

DI SELA KESIBUKAN KITA



Di antara detik yang terus berputar,  

Langkah kita berbeda sementara  

bukan karena saling menjauh 

tapi karena impian yang harus dijaga.  


Kau sibuk di duniamu, aku di duniaku,  

jarang bersua, sekadar sapa pun kadang berlalu,  

namun di tiap hembusan lelah yang menyapa,  

aku tahu, ada cinta yang tetap setia.  


Meski raga tak selalu berjumpa,  

doa-doa kita bertemu di langit yang sama,  

sebab jarak bukan tentang seberapa jauh,  

tapi tentang hati yang tetap utuh.  


Terimakasih atas waktumu untukku

Dalam riuhnya kesibukanmu

Bersama dalam hembusan nafas kita  

Menumpahkan rindu yang menggumpal di dada  


✨💖