Manis yang Tak Terjamah

 Lebih baik teguk pahitnya kenyataan,  

Daripada menunggu manis yang tak kunjung tiba,  

Sebab luka yang jujur lebih menenangkan,  

Daripada harapan yang hanya fatamorgana.  


Pahit itu mengajar, mendewasakan,  

Ia tak menipu, tak berjanji palsu,  

Sedang angan yang terlalu indah,  

Seringkali berakhir menjadi abu.  


Maka biarkan lidah mencicipi getirnya hidup,  

Sebab dari sana kita belajar makna syukur,  

Tak semua pahit adalah duka,  

Tak semua manis adalah bahagia




Kau, Hari Raya di Semua Hari-Hariku

Kau hadir seperti cahaya fajar,  

Menyelimuti langkahku dengan warna-warna hangat.  

Di setiap pagi yang biasa, kau menjadikannya luar biasa.  

Di setiap senja yang sederhana, kau mengukirnya jadi cerita.  


Kau adalah gema takbir di dadaku,  

Hadiah tanpa syarat dalam lelahku,  

Hidup terasa lebih luas, lebih lapang,  

Seperti hari raya yang tak mengenal usai.  


Di setiap detik yang berlalu,  

Kau adalah perayaan tanpa tanggal.  

Aku bersyukur, sebab dalam setiap waktu,  

Hidupku selalu bernuansa kamu


Cahaya di Tanganmu

Tak perlu tahta, tak perlu nama,  

Cukup tangan yang memberi tanpa syarat,  

Karena di langit, tak ada angka,  

Hanya keikhlasan yang dicatat.  


Orang berkata, “Apa kau mencari pujian?”  

Kau tersenyum, tak perlu jawaban,  

Sebab sedekahmu bukan untuk mata manusia,  

Melainkan untuk Dia yang Maha Melihat.  


Tak peduli suara yang meragukan,  

Yang bernilai bukan tuduhan dunia,  

Melainkan kemurnian di hati kecilmu,  

Yang memberi tanpa berharap kembali.  


Maka teruslah, wahai tangan yang murah hati,  

Karena setiap butir yang kau lepas,  

Telah tertanam dalam tanah keabadian,  

Berbuah di hari yang penuh cahaya






Anugerah di Sepotong Daging Kurban

Di hari yang mulia, tercium harumnya kasih,  

Tak sekadar daging yang diberikan,  

Tetapi kehangatan yang mengalir,  

Dari hati yang tulus berbagi.  


Sepotong daging bukan sekadar santapan,  

Ia adalah doa yang terbisik pelan,  

Rezeki yang mengalir dari tangan ke tangan,  

Menghapus batas, menguatkan ikatan.  


Sungguh indah pemberian ini,  

Bukan karena jumlah, bukan karena rupa,  

Tapi karena ikhlas yang tersembunyi,  

Mewarnai setiap potongan dengan berkah.  


Terima kasih, wahai sahabat-sahabatku,  

Atas cinta yang kau bagi,  

Atas kebersamaan yang kau jalin,  

Semoga Allah membalas dengan keberkahan tanpa henti.


PAGI YANG MEMBUKA HARAPAN

 Pagimu adalah bagian dari hidupmu,  

Cahaya lembut menyapu tanah sujud,  

Membuka lembaran hari dengan syukur,  

Membiarkan harapan tumbuh dalam sejuk.  


Biarkan fajar membawa ketenangan,  

Hembusan angin menyapa penuh makna,  

Jalani hari dengan langkah ringan,  

Smbut dunia dengan hati bahagia