LM B12 VOL.2

Aku baru saja mengirimkan sebuah kisah...

Tentang cinta, luka, dan keputusan yang menggantung di ujung keikhlasan.
Sebuah cerpen yang kutulis dengan jujur dan penuh rasa—untuk mewakili banyak hati yang pernah ada di posisi yang sama:
“Ceraikan istrimu dulu…”
Kalimat yang mengguncang logika, tapi lahir dari kejujuran paling dalam.

Karya ini sudah kukirim untuk event LM B12 VOL 2 oleh @halopenulis
Mohon doanya yaa semoga hasilnya terbaik 🤍

📖 Lalu, kisah apa lagi yang akan kutulis selanjutnya...?
Tunggu yaa… mungkin kisahmu akan menjadi bagian dari tulisanku berikutnya. 😌🖋️



DIAM ITU......

Diam itu...bukan karena kita lemah...  

Tapi karena kita yakin, Gusti Allah mboten sare.  

Maka kita diam, lalu doakan.  

Laa ilaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minaz zhaalimin.  

Ya Allah, ya Jabbar, peneguh hati yang rapuh.




CERPEN TERBARUKU

Ceraikan istrimu dulu!"

Kalimat itu terus terngiang di telinga Tiara…

Saat tahu dia bukan satu-satunya, dan hanya jadi batu loncatan demi cinta laki-laki pengecut kepada perempuan lain.

Tapi hidup belum selesai…

Dan Allah belum selesai membalas segalanya.

📌 Cerpen based on true story — coming soon!

🩶 Judul: Ceraikan Istrimu Dulu!

💌 Siapa yang lagi di posisi Tiara?

Stay tune…


MEMILIKI PASANGAN PENULIS ITU...

“Menjadi pasangan seorang penulis… bukan tentang mengerti semua kata-kata yang ia tuangkan,

tapi tentang menerima jeda di tengah cerita,

memeluknya saat ia ragu pada alur hidupnya sendiri,

dan tetap hadir ketika mood-nya menari seperti plot tak terduga.”


“Sebab cinta itu bukan hanya tentang jadi tokoh utama…

kadang kita harus rela jadi penonton yang sabar,

menyaksikan prosesnya menemukan akhir yang layak untuk dirayakan.”








LUKA

Ada luka yang tak terlihat,tapi menetap dalam diam.

Bukan karena siapa yang menyakiti,
tapi karena siapa yang pernah membuat kita percaya...
lalu pergi,
meninggalkan ruang hampa yang tak bisa diisi lagi.

Aku pernah ada di sana
di batas antara menerima dan menyangkal,
antara memaafkan atau memudar perlahan
dari kehidupan orang yang dulu kucintai sepenuh jiwa.

Tapi luka bukan akhir dari cerita.
Ia bagian dari perjalanan...
yang membentuk aku hari berikutnya