Naskah ini kutulis dengan air mata dan cinta.
Kukirim bukan untuk dipuji, tapi agar semakin banyak yang tahu: perjuangan itu nyata, dan layak dibaca
Naskah ini kutulis dengan air mata dan cinta.
Kukirim bukan untuk dipuji, tapi agar semakin banyak yang tahu: perjuangan itu nyata, dan layak dibaca
Pernah ku jatuh dalam luka,
Dikhianati tanpa sedikit pun curiga.
Aku menangis, bukan karena lemah,
Tapi karena percaya yang salah.
Aku tak melawan, hanya diam.
Kutitipkan pedih pada Tuhan yang paham.
Lalu waktu berjalan...
Mereka yang menyakiti kini runtuh,
Saling menyakiti, saling menghancurkan.
Sementara aku?
Bangkit.
Berkembang.
Dan dicintai oleh seseorang yang tak perlu ku minta untuk setia.
Dulu aku dianggap biasa,
Kini aku jadi perempuan luar biasa.
Tak perlu balas dengan dendam,
Cukup buktikan...
Yang sabar selalu menang di akhir kisah.
Aku baru saja mengirimkan sebuah kisah...
Tentang cinta, luka, dan keputusan yang menggantung di ujung keikhlasan.
Sebuah cerpen yang kutulis dengan jujur dan penuh rasa—untuk mewakili banyak hati yang pernah ada di posisi yang sama:
“Ceraikan istrimu dulu…”
Kalimat yang mengguncang logika, tapi lahir dari kejujuran paling dalam.
Karya ini sudah kukirim untuk event LM B12 VOL 2 oleh @halopenulis
Mohon doanya yaa semoga hasilnya terbaik 🤍
📖 Lalu, kisah apa lagi yang akan kutulis selanjutnya...?
Tunggu yaa… mungkin kisahmu akan menjadi bagian dari tulisanku berikutnya. 😌🖋️
Diam itu...bukan karena kita lemah...
Tapi karena kita yakin, Gusti Allah mboten sare.
Maka kita diam, lalu doakan.
Laa ilaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minaz zhaalimin.
Ya Allah, ya Jabbar, peneguh hati yang rapuh.
Ceraikan istrimu dulu!"
Kalimat itu terus terngiang di telinga Tiara…
Saat tahu dia bukan satu-satunya, dan hanya jadi batu loncatan demi cinta laki-laki pengecut kepada perempuan lain.
Tapi hidup belum selesai…
Dan Allah belum selesai membalas segalanya.
📌 Cerpen based on true story — coming soon!
🩶 Judul: Ceraikan Istrimu Dulu!
💌 Siapa yang lagi di posisi Tiara?
Stay tune…