Wa Ufawwidu Amri Ilallah

Di antara kertas dan deadline, 

Aku berbisik lirih: Wa ufawwidu amri ilallah.

Ya Allah, 

Aku berusaha sekuat yang kupunya, 

Namun aku tahu, 

Hasilnya tetap dalam genggaman-Mu.

Maka tenangkan hatiku,

Ringankan langkahku, 

Jadikan setiap tugas ini jalan menuju ridha-Mu.


Di Antara Amanah dan Doa

Di sepertiga malam yang sunyi,

aku duduk bersama lelah dan harap,
menyebut nama-Mu lirih, ya Rabb,
karena hidupku penuh titipan.

Aku pernah bercerita pada-Mu,
tentang langkah yang tertatih,
tentang amanah yang kupikul
lebih berat dari yang terlihat mata.

Aku tak tahu esok bagaimana,
apakah tanganku masih Kau kuatkan
untuk menjaga amanah ini,
atau kakiku masih Kau izinkan melangkah
di jalan pengabdian.

Ya Allah,
jika aku masih Kau percaya,
jagalah hatiku agar tak lalai,
luruskan niatku agar tak goyah,
kuatkan badanku agar tak mudah menyerah.

Aku ingin tetap bisa membantu
anak-anak yatim di bawah lindungan-Mu,
menjadi perantara kasih sayang-Mu,
meski hanya dengan tenaga yang terbatas,
meski hanya dengan doa dan kesungguhan.

Jika suatu hari aku lelah,
ingatkan aku bahwa ini bukan milikku,
bahwa semua hanya titipan,
dan aku hanyalah hamba
yang Kau beri kesempatan berkhidmat.

Ya Rabb,
jika aku masih bisa mendampingi,
jadikan aku pendamping yang lembut,
yang sabar, yang ikhlas,
yang tak berharap selain ridha-Mu.

Dan jika kelak Kau ambil amanah ini dariku,
ambil pula dengan husnul khatimah,
tanpa luka di hati,
tanpa penyesalan yang panjang.

Cukuplah Engkau tahu,
aku sudah berusaha sekuat yang aku bisa,
menjaga, mendampingi,
dan mencintai amanah ini
karena-Mu semata.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.


Doa Tolak Bala di Selasa Pagi

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm  

Allāhumma innā na‘ūdhu bika min jahdi al-balā’  
wa daraki al-shaqā’  
wa sū’i al-qaḍā’  
wa shamatati al-a‘dā’.

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kesulitan bala, dari kesengsaraan,

dari buruknya takdir, dan dari kegembiraan musuh atas penderitaan kami.”


Renungan Selasa Pagi

🌿 Doa ini bisa dibaca setelah shalat Subuh atau kapan saja di pagi hari.
🌿 Sertakan niat: “Ya Allah, jadikan pagi ini awal yang damai,

jauhkan kami dari segala bala, dan limpahkan rahmat-Mu sepanjang hari.
🌿 Tambahkan dzikir dan shalawat untuk memperkuat hati.


Barangsiapa bertakwa, Allah cukupkan segala urusan.

Wa man yattaqillaha yaj‘al lahu makhraja  

Wa yarzuq-hu min haitsu la yahtasib  

Wa man yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuh  

Inna Allaha balighu amrih  

Qad ja‘ala Allahu likulli shai’in qadra

Ayat 1000 Dinar (QS. At-Talaq 2–3)


“Takwa membuka jalan, tawakkal menenangkan hati. Rezeki hadir dari arah yang tak pernah kita kira. Ayat 1000 Dinar bukan sekadar bacaan, ia adalah janji yang menguatkan jiwa.”

Pesona Hari Kamis

Pagi ini, Kamis datang dengan derasnya hujan. 

Langit seakan menumpahkan rahmat, menyejukkan bumi, membasuh segala resah. 

Ada pesona tersendiri saat hujan turun di hari Kamis seolah membuka pintu doa, 

mengingatkan kita pada kelembutan Allah yang selalu hadir.

Hujan bukan sekadar air yang jatuh dari langit, 

ia adalah tanda kasih. 

Ia mengajarkan sabar, menumbuhkan harapan, 

dan menyuburkan doa-doa yang kita titipkan pada-Nya.



Allahumma ṣayyiban nāfi‘an

Renungan Kamis Hujan

- Hujan adalah rahmat, bukan beban.

- Setiap tetesnya membawa pesan: jangan pernah putus asa.

- Kamis hujan adalah kesempatan untuk menenangkan hati, menulis doa, dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta.