Pelukan yang Menyapa dalam Mimpi

Siang itu, dalam hening yang lembut,

ada sosok datang menyapa, membawa pelukan yang lama tak singgah.

Aku tak pernah menunggu, tak pernah menyebut namanya, namun semesta menitipkan kehadiran, sekilas rindu, sekilas bahagia, lalu pergi, meninggalkan senyum samar di hati.



Doa kecil dari hati yang penuh syukur, semoga langkah kita selalu dalam ridho Allah

Di malam Nisfu Sya’ban yang hening,

langit seakan membuka pintu rahmat,

doa-doa naik bersama bisikan hati,

mengharap ampunan, mengharap kasih Ilahi.


Bulan separuh bercahaya lembut,

menyapa jiwa yang rindu ketenangan,

di antara sujud dan sholawat,

terasa dekat dengan Sang Pengasih.


Ya Allah, catatkan kebaikan untuk kami,

hapuskan dosa yang membelenggu langkah,

panjangkan umur dalam keberkahan,

lapangkan rezeki dalam ridho-Mu.


Nisfu Sya’ban, malam penuh harapan,

tempat hati bersandar tanpa ragu,

semoga Ramadhan nanti menyambut kita,

dengan cahaya iman yang semakin utuh.




Jangan Biarkan Aku Sendiri, Ya Hayyu Ya Qayyum

Di sepertiga malam yang sunyi,  

aku bersandar pada cahaya-Mu,  

Ya Hayyu, Yang Maha Hidup,  

Ya Qayyum, Yang Maha Berdiri Sendiri.  


Dengan rahmat-Mu aku memohon,  

biarlah segala urusanku Kau perbaiki,  

agar langkahku tak tersesat,  

dan hatiku tetap terikat pada-Mu.  


Jangan biarkan aku sendiri,  

walau sekejap mata,  

karena tanpa-Mu,  

aku hanyalah rapuh yang tak berdaya.  



Ya Hayyu Ya Qayyum,  

dalam dzikirku aku bernaung,  

dalam doa ini aku menemukan,  

cahaya yang tak pernah padam.


Lakal Hamdu dalam Gelapku

Allahumma…

Lakal hamdu, meski dadaku sesak, meski langkahku berat, meski malam terasa panjang tanpa cahaya.

Kepada-Mu segala pengaduan, aku titipkan air mata yang tak terlihat, aku serahkan resah yang tak terucap.

Engkaulah tempatku bersandar, saat dunia menutup pintu, saat hati hampir runtuh.

Tiada daya, tiada kuasa, kecuali Engkau yang Maha Tinggi, yang mengangkatku dari lumpur lelah, yang menyalakan lilin kecil di tengah gelap.

Maka biarlah aku diam dalam doa, biarlah aku kuat dalam pasrah, biarlah aku hidup dalam harapan, karena Engkau, ya Rabb, tak pernah meninggalkan hamba-Mu.


Yang Menanggung Senyap

Di sudut kecil ruang kerja yang sunyi,

aku menata tugas demi tugas
dengan tangan yang pernah lelah,
tapi tak pernah benar-benar berhenti.

Ada amanah yang datang tanpa mengetuk,
ada tanggung jawab yang jatuh ke pangkuan
begitu saja,
tanpa ditanya apakah aku mampu,
atau sedang baik-baik saja.

Mereka diam.
Tapi aku tetap berjalan.
Dengan roda yang setia memeluk lantai,
dan doa yang tak pernah putus dari dada.

Aku bukan ingin disanjung,
bukan pula menagih balasan.
Hanya ingin sedikit bahu tempat bersandar,
sedikit suara yang berkata,
“Aku bantu.”

Tapi dunia tidak selalu begitu…
dan kadang, yang kuat harus menangis diam-diam,
agar esok pagi tetap terlihat tegar.

Hari-hari terakhir ini,
aku mengumpulkan remah keberanian
untuk menata program,
untuk menyambut kunjungan,
untuk menjaga senyum anak-anak binaan
agar tetap tumbuh meski kantong sendiri kosong.

Ya Allah…
Aku bukan pahlawan.
Hanya seorang hamba yang tak enak hati
melihat amanah tergeletak tanpa penjaga.

Maka biarkan air mata turun malam ini.
Biarkan beban itu luruh pada sajadah.
Karena aku tahu…
rezeki, kekuatan, dan pertolongan
tak pernah datang dari manusia,
tapi dari-Mu yang Maha Melihat
setiap langkah kecilku di tempat yang sepi.

Dan biarlah dunia tak paham,
asal Engkau paham.
Biarkan manusia diam,
asal Engkau mendengar.

Aku akan tetap berjalan,
pelan…
tapi pasti.
Dengan hati yang remuk,
tapi tetap hidup.

Karena aku percaya…
Selama tujuan ini lillah,
Engkau akan menuntun
walau jalanku penuh sunyi.