“Batang Bahagia, Tanah yang Menumbuhkan Kita”

Di tanah tempat matahari pertama kali kita sapa,

Batang berdiri teduh, enam puluh tahun sudah usianya.

Di sela angin pesisir dan sejuk pegunungan,

ada doa-doa yang tumbuh pelan,

menjadi harapan, menjadi masa depan.


Batang adalah rumah—

tempat langkah kecil kita belajar berjalan,

tempat tawa dan kerja keras bertemu,

tempat setiap lorong menyimpan cerita

tentang siapa yang pernah kita jadi,

dan siapa yang ingin kita tuju.


Enam puluh tahun bukan hanya angka,

melainkan perjalanan panjang

yang ditopang gotong royong,

dihidupkan oleh tangan-tangan sederhana,

dan dijaga oleh hati-hati yang tak pernah lelah mencinta.


Di setiap bukitnya, ada harap bertunas.

Di setiap lautnya, ada mimpi terhampar luas.

Di setiap warganya,

ada bahagia yang saling menaut,

membentuk jalinan yang kita sebut:

Batang Bahagia.


Selamat ulang tahun ke-60, Kabupaten Batang.

Semoga tanah ini terus tumbuh,

mewarnai hari-hari kita

dengan kedamaian,

kelimpahan,

dan kebahagiaan yang tak terputus.




Ucapan Terima Kasih

Di antara perjalanan hari ini,

ada satu hal yang tidak ingin aku lewatkan:

ucapan terima kasih

untuk seseorang yang telah meluangkan waktunya,

meninggalkan kesibukannya,

dan memilih untuk hadir demi sebuah amanah kecil

yang tidak mungkin kuselesaikan sendiri.


Terima kasih…

atas support yang tidak pernah setengah hati,

atas kesediaan mengantar, menunggu, dan mendampingi,

atas kesabaran yang menenangkan langkahku hari ini.


Tanpa beliau,

SPT yayasan ini tidak akan terkirim.

Karena NPWP beliau terhubung otomatis di sistem,

karena tanda tangan beliau yang dibutuhkan,

karena kehadirannya yang memudahkan.


Segala kemudahan hari ini

adalah bentuk kasih Allah

yang disampaikan melalui tangan-tangan baik

yang Allah hadirkan tepat pada waktunya.


Dan aku bersyukur…

benar-benar bersyukur,

bahwa di tengah lelahku,

ada seseorang yang tetap memilih berada di sisiku

hingga amanah ini terselesaikan.


Terima kasih…

semoga setiap langkah dan waktunya

Allah balas dengan kebaikan yang lebih luas dari langit.

Quote - Langit Di Dada

 “Kadang aku rindu… tapi aku belajar diam, karena yang kunanti selalu sibuk.”



Andai

Andai Aku Sempurna Seperti orang Lain, 

Mungkin Aku Juga Bisa Merasakan Dicintai Dengan Hebat Dan Selalu Di Usahakan...





"Seperti Pertama Kalinya"

Aku selalu mencintaimu

seperti pertama kalinya meski jarak menjelma dinding, meski waktu sering mencuri pertemuan.

Di setiap senja yang sunyi, aku mendengar namamu berbisik dari doa yang tak pernah letih, menyulam rindu jadi kekuatan.

Kau di sana, aku di sini, namun hati kita tak pernah berpisah. Setiap tatap yang tertunda, setiap pelukan yang menunggu, tetap hangat, tetap utuh, seperti pertama kalinya.

Dan bila esok kita kembali bertemu, biarlah dunia tahu cinta ini tak pernah menua, ia selalu lahir kembali, seperti pertama kalinya.