TEASER BAB 7 - Kerikil Kecil Sebelum Pernikahan - Perselingkuhan Suamiku

“Hitungan hari menuju pernikahan… tapi justru godaan datang dari kantor.”

Azka baru kembali dari perjalanan.

Alena sibuk menyiapkan hari bahagia mereka.

Lalu muncul sekretaris baru cantik, muda, dan terlalu berani.

Sekali melangkah, kantor langsung heboh.

Cowok terpukau. Cewek mengernyit.

Tapi satu hal yang pasti:

➡️ Dia punya target.

➡️ Dan target itu adalah Azka, calon pengantin.

Padahal Azka sudah menunggu tujuh tahun untuk menikahi Alena.

Padahal cinta mereka sudah melalui banyak rintangan.

Tapi yang namanya godaan… selalu datang tanpa permisi.

“Kerikil sebelum pernikahan kadang kecil… kadang bisa berubah jadi badai.”


PERSELINGKUHAN SUAMIKU - Yang Hampir Hilang dari Sebuah Pernikahan - Langit Didada *Chapter : KERIKIL KECIL SEBELUM PERNIKAHAN* Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah: https://kbm.id/book/read/a39c0939-e882-42bc-9b2e-ea96b741681f/825012f9-efb4-4194-b7c8-e9c8189639f3

Menulis Adalah Cahaya

Alhamdulillah, sudah absen dan ikut KBM bersama Asma Nadia. Kata-kata beliau seperti lentera yang menyalakan ruang hati. Menulis bukan sekadar merangkai huruf, tapi merawat jiwa dan menyalakan harapan. Semoga perjalanan ini jadi catatan yang menguatkan diri dan orang lain.




Perjalanan Menemukan Ketenangan: Dari Ujian Hidup Menuju Cahaya Baru

Kisah seorang perempuan yang bangkit, sembuh, dan memulai hidup baru dengan kekuatan doa, afirmasi, dan keberanian.

Ada fase dalam hidup ketika segalanya terasa runtuh dalam satu waktu, finansial, rumah tangga, kesehatan, hingga emosi. Banyak orang menyerah pada titik ini.

Tapi bagiku, justru di titik paling gelap itulah cahaya pertama mulai terlihat.

Ini adalah ceritaku. Cerita tentang bagaimana aku bangkit, bagaimana aku kembali menemukan senyumku, bagaimana aku belajar percaya sepenuhnya kepada Allah, dan bagaimana hidupku berubah satu per satu, perlahan… tapi pasti.

Hidup yang Tiba-tiba Berubah

Beberapa tahun lalu, hidupku tiba-tiba berbelok tajam. Masalah rumah tangga terjadi, kondisi fisik lemah sampai harus duduk di kursi roda, dan beban finansial menumpuk tanpa henti.
Tagihan-tagihan harus dibayar, kebutuhan rumah berjalan terus, tapi pemasukan hampir tidak ada.

Di saat seperti itu, menangis rasanya jadi makanan sehari-hari. Aku bahkan sampai mencari informasi tentang panti jompo, karena rasanya tidak sanggup lagi mengurus diriku sendiri.

Tapi hidup tetap harus berjalan.
Aku tetap bangun pagi, tetap menguatkan diri, dan tetap berusaha tersenyum.

Titik Balik yang Tidak Kusangka

Setelah masa-masa gelap itu, perlahan aku mulai melakukan satu hal kecil yang akhirnya mengubah segalanya: sedekah subuh.

Tidak banyak, kadang hanya 5.000 rupiah.
Tapi setiap kali aku mengirimkan sedekah itu, aku selalu berdoa:

“Ya Allah, luaskan rezeki hamba… agar hamba bisa membahagiakan banyak orang.”

Selain itu, aku mulai melakukan afirmasi positif setiap hari.
Bukan yang muluk-muluk, hanya:

“Sing tenang…”
“Semua akan baik-baik saja…”
“Allah itu dekat…”

Aku mulai melepaskan orang-orang toxic yang hanya membawa keluhan, agar tidak terseret energi negatif mereka. Pikiran dan hatiku harus senantiasa positif, dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Sebab kebahagiaan, pikiran yang jernih, dan hati yang penuh syukur akan menarik datangnya rezeki dan keberlimpahan
Karena....
"Uang akan datang kepada mereka yang bahagia, berpikir positif, dan menjaga hati tetap bersyukur. Semakin kita memancarkan energi baik, semakin mudah keberlimpahan mengalir dalam hidup."

Dan ternyata, kalimat sederhana ini pelan-pelan mempengaruhi jiwaku.
Aku mulai tenang, perasaanku stabil, air mata makin jarang turun.

Hidupku tidak tiba-tiba kaya, tidak juga tiba-tiba sempurna…
Tapi rasanya jauh lebih ringan.

Rezeki dimudahkan, datang dari arah yang tak terduga. 
Aku bersyukur atas sahabat-sahabat yang selalu mendukung tanpa lelah, dengan semangat dan materi yang tulus
Masalah yang dulu terasa berat, mendadak terasa bisa aku tangani.
Kebahagiaan hadir lagi meski perlahan.

Menjadi Jalan Kebaikan Tanpa Kusadari

Aku aktif mengurus yayasan sosial, tempat anak-anak yatim tersenyum setiap hari.
Kadang donasi masuk, kadang tidak.
Kadang aku pakai uangku sendiri, meski sebenarnya aku sedang benar-benar kosong.

Tapi setiap kali aku memberi, aku merasa:

“Mungkin ini sebabnya hidupku tetap dijaga Allah.”

Dan aku percaya…
Selama aku menjadi jalan bahagia untuk orang lain, Allah akan menjaga jalanku.

Kembali Menemukan Jati Diri Lewat Menulis

Setelah lama vakum dari media sosial dan dunia tulis-menulis, tiba-tiba aku kembali membuka Facebook dan Instagram.
Bukan untuk bersosialisasi…
tapi untuk promosi karya.

Ternyata, aku kembali menulis dan aku menikmatinya.
Menulis menjadi pelarian, menjadi terapi jiwa, dan menjadi sumber semangat baru.

Orang-orang di luar sana mungkin kaget melihat aku kembali muncul membawa banyak karya.
Mungkin ada yang bingung, mungkin ada yang iri.

Tapi aku memilih untuk tidak peduli.
Bagiku, menulis adalah jalan hidup baruku. Jalan rezekiku. Jalan penyembuhanku.

Hidup Baru yang Sedang Aku Bangun

Sekarang, aku tidak lagi menangis seperti dulu.
Aku tidak lagi takut pada hari esok.
Bahkan ketika uang belum ada, aku bisa tetap tenang.

Karena aku percaya, sepenuhnya percaya, bahwa Allah selalu mencukupkan.

Aku sedang melewati proses hukum, proses hidup, proses hati…
Semua aku jalani dengan lapang dada.
Bukan karena aku kuat, tapi karena aku akhirnya belajar berserah.

“Kadang-kadang, Allah hancurkan jalan kita bukan untuk menghukum… tapi agar kita berbalik dan menemukan jalan yang lebih indah.”

Jika Kamu Sedang Lelah, Tenanglah… Kamu Tidak Sendirian

Jika kamu membaca ini dan sedang berada di titik terendah hidupmu, percayalah:
yang kamu butuhkan hanyalah satu langkah kecil untuk mulai naik.

Sedekah kecil.
Doa tulus.
Afirmasi positif.
Hati yang terus percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Aku melewatinya.
Dan kamu pun akan melewatinya.

Dengan izin Allah, kamu akan lebih kuat dari hari ini.
Aamiin.

Salam

- Langit Didada



Akan Ada Masanya Kamu Dirayakan


Dalam perjalanan hidup, sering kali kita merasa berjalan sendirian, seolah cinta yang kita berikan tidak pernah kembali dengan utuh. Namun, jangan lupa: akan ada masanya di mana kehadiranmu dirayakan.

Akan ada seseorang yang melihatmu bukan hanya sebagai sosok biasa, melainkan sebagai anugerah. Ia akan bersyukur setiap hari karena memilikimu, mencintaimu dengan hebat, dan menjadikanmu alasan untuk terus berjuang.

Cinta seperti itu tidak datang tergesa-gesa. Ia tumbuh dari kesabaran, dari luka yang pernah sembuh, dari doa yang pernah dipanjatkan. Dan ketika waktunya tiba, kamu akan tahu: semua penantianmu tidak sia-sia.

Karena pada akhirnya, setiap hati berhak dirayakan. Setiap jiwa berhak dicintai dengan tulus. Dan kamu, ya kamu, akan sampai pada masanya itu.

Sing tenang...

Teaser Bab: Selangkah Menuju Pelaminan - PERSELINGKUHAN SUAMIKU - KBM APP

Jejak Hari Ini

“Lamaran selesai… keluarga kembali ke Medan.

Malam itu, Azka pamit dari rumah Alena.

Satu tahap sudah terlewati.


💍 Tinggal selangkah lagi menuju pelaminan.

Tapi… apakah perjalanan mereka mulus?

Azka — advokat sibuk di Jakarta.

Alena — Direktur Operasional PT Nusantara Energi Persada.

Dua karier besar, dua dunia penuh tanggung jawab.

Ditambah tradisi Jawa yang kental…

Mereka harus mencari hari baik.

“Selangkah Menuju Pelaminan” 

Apakah cinta mereka mampu menembus padatnya jadwal dan kuatnya adat…?”


https://kbm.id/book/read/a39c0939-e882-42bc-9b2e-ea96b741681f/e96d36aa-be4a-4927-a0b4-fa0980398f77