Mahkota Eksklusif di KBM

Alhamdulillah… delapan novelku kini eksklusif di KBM, dan profilku pun diberi mahkota. Bukan untuk berbangga diri, tapi sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dijaga dengan ikhlas bisa berbuah pengakuan.

Mahkota ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah agar aku terus menulis dengan hati, menjaga keaslian karya, dan menghadirkan cerita yang bisa menjadi cahaya bagi pembaca.

Semoga Allah senantiasa melapangkan hati, melapangkan rezeki, dan menguatkan langkah dalam setiap ikhtiar… 🤲



Kirain jam 4.20, ternyata masih 3.20 😅

Semalam aku tidur lebih awal, sekitar jam 10. Biasanya terbangun di jam 1 atau 2, tapi kali ini aku lihat jam sudah menunjukkan 4.20. Aku pun buru‑buru sahur dengan air putih, pisang, dan obat. Namun hati masih bingung, karena biasanya menjelang subuh terdengar lantunan sholawat dan bacaan Al‑Qur’an dari masjid, tapi kali ini sepi.


Aku buka jadwal imsakiyah, ternyata belum masuk subuh. Lalu aku cek HP, kaget sekali… ternyata baru jam 03.20. Ya Allah, aku salah lihat jam dinding yang tertutup lighting live streaming. Alhamdulillah, masih banyak waktu untuk sahur dan bisa tahajud.


Pagi ini aku belum selesai menulis bab baru, masih berupa kerangka dan coretan. Ada kejadian lain juga: aku beli antena TV indoor, ternyata tidak bisa dipakai. Sudah panggil ahli pemasangan, tapi beliau baik sekali, tidak mau menerima ongkos karena antena tidak jadi dipasang. Disarankan pakai antena luar rumah, insyaAllah nanti kalau ada rezeki.


Hari ini puasa Dzulhijjah berjalan lancar hingga maghrib. Alhamdulillah, setiap kejadian kecil terasa sebagai pelajaran: tentang waktu, tentang syukur, dan tentang kebaikan orang lain.



Cahaya Sedekah di Pagi Hari

Bismillah

Pagi selalu datang membawa pesan syukur. Di setiap langkah kecil berbagi, ada doa yang terbang ke langit, ada senyum yang tumbuh di wajah orang lain. Inilah catatan hati, refleksi sederhana tentang bagaimana Allah melapangkan rezeki lewat tangan yang memberi.

Ya Allah, Sang Maha Pemberi,

cukupkanlah aku dengan kasih-Mu,

lapangkanlah rezeki yang Engkau titipkan,

agar tangan ini tak pernah letih memberi.

Ya Razzaq, Ya Dzul Quwwah,

kuatkan langkah meski kursi roda menuntun,

jadikan setiap sedekah cahaya,

yang membahagiakan hati banyak insan.

Dan kembalikanlah, ya Rabb,

setiap yang keluar dari genggamanku,

dengan lipatan rahmat,

agar aku tetap bisa menjadi jalan kebaikan.

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kasih-Mu,

lapangkanlah rezeki yang Engkau titipkan,

agar aku tetap bisa memberi,

meski pundak ini lelah,

meski langkah ini terbatas.

Jadikanlah setiap sedekah cahaya,

yang menghapus gelap dari hati,

dan mengundang senyum dari banyak wajah.

Aamiinn..

Semoga setiap langkah untuk berbagi menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Semoga Allah melipatgandakan rezeki, menguatkan hati, dan menjadikan kita perantara kebahagiaan bagi banyak orang. Ya Allah, jadikanlah sedekah ini bukan sekadar pemberian, tetapi jembatan menuju ridha-Mu.



LANGKAH DI JALAN BERKAH

Bismillah

Langkah kecil di jalan sunyi,

menjadi jejak menuju cahaya.

Senyum yatim, doa dermawan,

bertemu di pintu keberkahan 

Aku hanyalah perantara amanah,

namun setiap amplop yang terbuka

adalah doa yang terbang ke langit,

mengetuk rahmat Allah tanpa henti.


"Ya Allah, di hari penuh berkah ini aku bersyukur atas para dermawan yang Engkau gerakkan hatinya untuk berbagi dengan anak-anak yatim.

Aku hanyalah perantara kecil yang menyalurkan amanah, namun setiap senyum mereka adalah cahaya yang menenangkan hati.

Rezeki mungkin datang dari arah yang tak terduga, kadang cukup, kadang kurang, namun Engkau selalu menjaga jalan kebaikan ini.

Selama ada niat tulus untuk menjadi jalan bahagia bagi orang lain, aku percaya Engkau akan menjaga langkah kami.

Kuatkan aku dalam puasa, dalam amanah sosial, dan dalam karya-karya yang kutulis.

Jadikan setiap Jumat sebagai pintu keberkahan, ketenangan, dan kekuatan baru.

Aamiin.



NOVEL BARU "HARAMKAH" SUDAH TAYANG

Menjadi istri kedua tidak pernah ada dalam rencana hidup Sabrina.

Di usia 23 tahun, saat banyak perempuan seusianya masih mengejar mimpi dan karier, Sabrina justru menerima pinangan seorang pria yang telah memiliki keluarga.

Raka.

Seorang pejabat kaya raya yang mapan, berwibawa, dan begitu mencintainya.

Pernikahan mereka sah.
Diakadkan dengan wali.
Disaksikan penghulu.

Namun keberadaannya harus disembunyikan dari dunia.

Di balik tembok tinggi rumah mewah yang menjadi hadiah pernikahannya, Sabrina hidup dalam cinta yang begitu besar. Raka memanjakannya, melindunginya, dan berjanji akan membahagiakannya.

Tetapi cinta saja ternyata tidak selalu cukup.

Karena di luar sana masih ada Dina, istri pertama yang belum mengetahui rahasia terbesar suaminya.

Ketika Sabrina mulai mengalami mual, lemas, dan keterlambatan yang mengarah pada satu kemungkinan besar, ketakutan itu perlahan muncul.

Bagaimana jika ia benar-benar hamil?

Akankah kebahagiaan mereka bertambah?

Atau justru menjadi awal dari terbongkarnya rahasia yang selama ini dijaga mati-matian?

Sebuah kisah tentang cinta, pengorbanan, rahasia, dan pilihan yang tidak pernah mudah.

📖 Ikuti perjalanan Sabrina dan Raka dalam novel "Haramkah?"

Karena terkadang...

yang paling menyakitkan bukanlah mencintai orang yang salah.

Melainkan mencintai orang yang halal, tetapi harus terus bersembunyi.



Ikuti kisah misteriusnya di HARAMKAH..? - Langit Didada *Chapter : AKAD DALAM SUNYI, CINTA DALAM SEMBUNYI* Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah: https://kbm.id/book/read/a8200d42-1d6c-4a3d-8745-f6f9f97fa407/ce72fe86-6c75-42cd-a447-6ed27d34211f