Di Bawah Sabit Ramadhan: Menjemput Tenang di Hari Pertama

Hari pertama Ramadhan tahun ini terasa berbeda. Ada yang sudah berpuasa sejak tanggal 18, ada yang baru memulainya tanggal 19 sesuai keputusan pemerintah. Meski berbeda awal, aku melihat wajah-wajah penuh semangat: ada yang menyiapkan sahur dengan riang, ada yang bergegas ke masjid untuk tarawih, ada yang berbagi cerita tentang persiapan Ramadhan.

Perbedaan itu ternyata tidak mengurangi rasa kebersamaan. Justru aku belajar bahwa Ramadhan adalah ruang luas untuk semua orang mendekatkan diri pada Allah dengan cara masing-masing. Yang penting bukan kapan mulai, tapi bagaimana hati kita menjalani.

Hari pertama ini mengajarkanku: Ramadhan adalah tentang antusiasme, tentang niat yang tulus, dan tentang menghargai pilihan orang lain. Karena pada akhirnya, semua akan bertemu di satu tujuan: keberkahan dan keikhlasan.


Ya Allah, jadikan langkah pertama di bulan ini penuh dengan niat yang tulus dan hati yang lapang.