Pukul 04.00 pagi Nur
sudah bangun, sebagai ibu rumah tangga yang merangkap juga sebagai ayah bagi
anak-anaknya.
Suami Nur sudah
meninggal dua tahun yang lalu karena sakit. Sehingga Nur yang sekarang menjadi
tulang punggung untuk anak-anaknya yang masih kecil.
Anak pertama bernama
Azizah umur 12 Tahun, kelas 6 SD, dan anak yang kedua Ahmad Fauzan atau biasa
di panggil Fauzan umur 4 Tahun.
Seperti biasa bangun
tidur Nur mengerjakan sholat Tahajud dahulu, sambil menunggu adzan Subuh, Nur
tilawah Al-Qur'an.
Selalu terbayang wajah
almarhum suaminya menjadikan Nur berlinang air mata. Begitu rindu Nur kepada
suaminya. Nur belum ada keinginan untuk menikah lagi, karena begitu cintanya
dia kepada suaminya.
Nur membangunkan Azizah
putri sulungnya untuk menunaikan ibadah sholat subuh.
Setelah selesai sholat
subuh, Nur dan putrinya bergegas ke dapur, Nur persiapkan masakan untuk
sarapan, sedangkan Azizah mengambil sapu untuk menyapu halaman rumahnya.
Azizah berkata kepada
ibunya : "Ibu, azizah menyapu halaman depan dulu ya.."
"Iya nak"
jawab Nur sambil mengelus rambut putrinya.
Tiada henti Nur berucap
syukur pada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala telah di titipkan seorang putri yang
shaleha, walaupun usianya masih 12 tahun tetapi sudah mengeri kondisi orang
tuanya.
Sepeninggal suami
tercinta, Nur bekerja sebagai pengemudi truk trailer, pekerjaan kaum lelaki
tetapi sekarang sudah banyak perempuan yang berprofesi sebagai sopir truk
ataupun bus.
Orang tua Nur tinggal
tidak begitu jauh dari rumah Nur, jadi jikalau ada pekerjaan yang mengharuskan
sampai lebih dari satu hari, Nur titipkan anak-anaknya kepada orang tua atau
adik-adiknya.
Seperti hari ini, Nur
ada tugas membawa barang ke luar kota sehingga mungkin pulangnya besok atau
lusa.
Nur masih sibuk di
dapur memasak untuk sarapan pagi, adik fauzan (putra kedua) bangun.
Fauzan :
"Ibu..."
Nur : "Masyaa
Alloh, putra sholehku sudah bangun..?"
Sambil menggandeng
fauzan ke kamar mandi.
Fauzan bangun pukul 05.00
pagi, jadi langsung bisa menunaikan sholat subuh.
Walaupun masih 4 tahun,
Nur sudah membiasakan Fauzan untuk menunaikan sholat 5 waktu.
Setelah berwudhu,
Fauzan di antar ke mushola kecil di rumahnya untuk menunaikan sholat Subuh.
Dengan sabar Nur membimbing
putranya mengerjakan sholat. Setelah selesai sholat, Nur mengajarkan putranya
untuk mendoakan almarhum ayahnya.
Nur : "Fauzan
sudah hafal belum doa untuk kedua orang tua nak..?"
Fauzan : "Sudah
ibu.."
Bismillahirrohmanirrohim
Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa
rabbayaa nii shokhiroon
Sambil masih cadel
lidahnya dalam membacanya.
"Aamiinn Ya
Robbal'alamiin" sahut Nur meng-Aamiinnkan doa putranya.
Setelah selesai
menunaikan sholat, Nur membuatkan minum susu untuk Fauzan. Kemudian Fauzan
menghampiri kakaknya yang sedang membersihkan halaman rumah.
Fauzan :
"Kakak.."
Azizah : "eh adik
udah bangun.. Alhamdulillah"
Fauzan : "Uzan
sudah sholat subuh kakak"
Azizah : "pinter
adik kakak ini" sambil memeluk Fauzan.
Fauzan : "Kakak,
Uzan mau main peda yaa?"
Azizah : "Iyaa,
tapi di sekitar halaman saja yaa.."
Fauzan : "Iyaa..
Terimakasih kakak.."
Sambil berlari ke dalam
rumah mengambil sepedanya.
Masakan Nur sudah
hampir selesai, menanak nasi, masak lauk telur rolade dan sayur kesukaan anak-anaknya.
Sambil menghidupkan mesin cuci untuk mencuci pakaian.
Nur menyiapkan sarapan
di meja makan.
Azizah sedang menyapu
di ruang tengah. Fauzan masih di depan rumah main sepeda.
Nur : "Sarapan
dulu nak, panggil adik yaa.."
Azizah : "Iya
ibu"
Azizah keluar memanggil
Fauzan.
Azizah : "Adik..
Di panggil ibu, kita sarapan dulu"
Fauzan : "Iyaa
kak.."
Fauzan dan Azizah masuk
ke rumah.
Nur : "Sudah cuci
tangan belum nak?"
Azizah & Fauzan
kompak menjawab : "Sudah ibu"
Nur : "Sebelum
makan berdoa dulu, adik yang pimpin doanya yaa.."?
Sambil mengelus kepala
Fauzan.
Fauzan : (Menggangguk)
Bismillahirrohmanirrohim
Allahumma Baarik lanaa
fiima rozaqtanaa, wa qinaa ‘adzaa bannaar
Di sela sela makan, Nur
berbicara kepada anak-anaknya.
Nur : "Nak, Ibu
nanti berangkat ke luar kota, jadi nanti kakek nenek atau paman bibi yang
jagain di rumah yaa..?"
Mereka berdua
mengangguk
Nur kembali melanjutkan
bicaranya, : "Kakak seperti hari biasa, setelah mandi, daring ya?"
"Iya bu"
Jawan Azizah
Nur : "Yang pinter
ya nak.. Semoga wabah corona nya segera pergi, biar kakak dan adik bisa
berangkat ke sekolah lagi"
"Aamiinn..."
Azizah : "Ibu,
hati-hati dalam bekerja yaa.., kakak dan adik berdoa selalu untuk ibu"
Nur : "Iyaa nak..
Terimakasih doanya yaa.." sambil tersenyum hati Nur menangis, terharu
mempunyai anak yang masih kecil tetapi sudah taat dalam beragama. Masyaa Alloh
tabarakalloh... Ucap hati Nur.
Setelah selesai
sarapan, Nur memandikan Fauzan.
Azizah sudah mandi dan
masih siap-siap untuk daring.
Fauzan selesai mandi,
sudah rapi duduk di depan televisi menonton film kartun kesukaannya.
Ibu dan Bapak Nur
datang untuk menemani cucu-cucunya selama Nur bekerja.
Kakek & Nenek :
"Assalamualaikum..."
Fauzan :
"Waalaikumsalam..
Kakek Nenek..."
senang sekali Fauzan kakek neneknya datang.
Azizah masih di dalam
kamar , masih belajar online bersama teman-teman sekolahnya.
Nur keluar dari
belakang, "Waalaikumsalam, Alhamdulillah pak bu, ayok makan pagi dulu, Nur
sudah masak, sudah buatin bapak kopi dan ibu teh susu kesukaan ibu" sambil
menggandeng tangan kedua orang tuanya ke ruang makan.
Bapak : "Wah wah..
Bau masakan Nur ini khas sekali ya bu.."
Ibu : "Iyaa pak,
paling pintar memasak putri kita ini"
Nur : "ah ibu
bapak bisa aja ya memuji Nur" sambil tersenyum malu.
Sambil menemani Ibu dan
Bapak sarapan, Nur berbicara kalau hari ini Nur mengantar barang ke luar kota,
jadi Nur titip anak-anak ya bu pak.."
Ibu : "Iya nak,
konsentrasi dalam bekerja ya, anak-anakmu biar ibu dan bapak yang jagain".
Bapak : "Hati-hati
dalam mengemudi, jaga kesehatannya, semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala
melindungimu selalu nak, Aamiinn.."
Aamiinn Ya
Robbal'alamiin... Jawab Ibu dan Nur
Nur : "Ya sudah
kalau begitu, Nur mau mandi dan siap-siap berangkat kerja dulu ya pak,
bu.."
Bapak & Ibu :
"Iya nak"
Selang beberapa saat,
Nur pun sudah siap berangkat kerja, walaupun pekerjaan Nur sebagai pengemudi
truk trailer, tetapi Nur perempuan biasa, penampilan yang anggun dan bersahaja.
Nur berpamitan dengan
kedua orang tuanya dan anak-anaknya.
Nur : "Ibu Bapak,
Nur berangkat kerja dulu yaa.. Mohon doakan Nur selalu"
Sambil mencium tangan
Ibu Bapaknya.
Kemudian Nur pergi ke
kamar Azizah yang sedang belajar, Nur berpamitan dan mencium kening putri
sulungnya.
Fauzan berlari
menghampiri Nur, sambil memeluk, "Ibu mau berangkat kerja ya?, hati-hati
kerja ya ibu". Dengan suara cadelnya Fauzan memberi semangat kepada
Ibunya.
"Masyaa Alloh..
Putra ibu yang sholeh, terimakasih nak" jawab Nur sambil memeluk dan
mencium pipi Fauzan.
Nur berangkat kerja,
melangkah dengan iringan doa kedua orang tua dan anak-anaknya.
Sampai di tempat kerja,
sudah ramai rekan kerja Nur sesama sopir truk, menyapa hangat seperti biasanya.
Di balik kemudi truk
besar Nur bekerja membanting tulang, untuk kehidupan keluarga kecilnya,
walaupun sebagai seorang perempuan, dan seorang ibu, tidak menghalanginya untuk
bisa bekerja sebagai pengemudi truk trailer nan besar dan panjang.
Truk melaju di jalanan,
melaju mengejar waktu untuk bisa tepat waktu sampai di tempat tujuan.
Semua pekerjaan terasa
ringan di jalankan apabila menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Nur seorang perempuan
tangguh yang mandiri, bekerja keras tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang
ibu dan merangkap sebagai ayah di dalam keluarga kecilnya.