PERTOLONGAN ALLOH

Sudah 5 bulan ini listrik di rumah dab deb dab deb (turun voltase), sebulan, dua bulan masih belum memikirkan, setelah setiap hari masih dab deb, baru merasakan dampaknya. Es batu yang biasanya sehari sudah jadi es, sekarang menunggu 2 – 3 hari baru jadi. Bagaimana dengan barang elektronik lainnya?
Bapak memanggil orang untuk merapikan kabel-kabel yang tidak teratur, mungkin dari itu voltase jadi naik turun. Tetapi masih sama.
Aku mau panggil yang pinter dalam bidang listrik tapi ga’ punya uang. kalau panggil pribadi kan bayar. hehee...
Sedih banget ga’ sih…?
Hanya bisa bilang sama Alloh, mohon perlindungan agar barang-barang elektronik tidak rusak karena voltase listrik yang turun terus ini, mohon petunjuk dan jalan keluar.
Punya teman bekerja di PLN, mau minta tolong ga’ enak.

Waktu terus berlalu.. 5 bulan sudah voltase listrik di rumah masih dab deb turun naik terus.
Pompa air sudah kena dampaknya, rusak.
Mungkin bagi orang “normal” yang bisa berjalan bisa laporan ke kantor PLN, tetapi saya tidak bisa. Mau kirim pengaduan lewat aplikasi PLN, saat ini sedang tidak punya handphone. Ada handphone jadul hanya bisa buat telepon seluler.
Hari itu, tiba-tiba ada pikiran browsing PLN, ada alamat/link untuk pengaduan tentang listrik. Alhamdulillah masih ada laptop, bisa untuk browsing, menulis, dll.
Dan mata ini berhenti di tulisan alamat email PLN, “coba aku tulis pengaduan lewat email saja ya..” gumamku dalam hati.
Kemudian aku langsung tulis pengaduanku di email. Hari jumat aku kirim email.
Alhamdulillah langsung di respon oleh PLN, tetapi waktu itu aku belum buka email, aku baru buka email keesokan harinya. Ada beberapa pertanyaan dari PLN dan aku langsung kirim jawabannya. Aku pikir karena hari ahad libur, mungkin besok responnya lagi. Aku tutup email.
Selang 1 jam ada telepon masuk, aku angkat, dan ternyata dari petugas PLN daerahku, mau memperbaiki listrik di rumahku.
Masyaa Alloh tabarakalloh.. cepet banget respon PLN.
Petugasnya baik banget, karena aku ga’ punya pulsa aku bisanya miskol, dan beliau langsung telepon balik.
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”

5 bulan hanya bisa diam dan bisanya Cuma berdoa. Dan Alloh permudah dengan sekejap. Listrik di rumah sudah kembali normal, dab deb sedikit.
Di dalam hati sempat berkata, “kok ga’ dari awal-awal yaa, kenapa baru sekarang sesudah 5 bulan berjalan”
Petunjuk dari Alloh baru di dapat sekarang, dan Alloh kasih waktu yang tepat sehingga di beri kemudahan”.
Semuanya atas ijin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Allohu Akbar…
Terimakasih kakak-kakak admin PLN yang cepat merespon pengaduan saya
Terimakasih para petugas lapangan PLN yang juga respon cepat memperbaiki listrik di rumah sehingga sekarang sudah normal kembali.
Semoga selalu sehat, di beri rezky yg berlimpah, selalu dalam perlindungan Alloh dalam menjalankan tugasnya dan Alloh lipatgandakan kebaikan kalian. Aamiinn Ya Robbal’alamiin…
 
Terimakasih PLN
Ahad, 21 November 2021
Ana Restuningtyas





TANGIS DI SUBUH HARI

Disudut subuh nan sepi
Tangisku terbata bata
Teringat dosa begitu nyata
Khilaf dan salah mengorek luka
 
Bersimpuh diantara sajadah waktu
Aku bertaubat padaMu
Kembali pulang Kerumah nurani genggaman Tuhan
Astoghfirullohaladzim
Aku dawamkan dalam setiap sadar
Tempatku disini, diantara ayat ayat dibawah pohon Arrahman

Tangis di subuh hari 
Puisiku adalah gema do'a-do'a yang kulangitkan,
Aamiinkan dari jiwa yang paling dalam,
Kelak kita akan tuai bersama jawaban dari Tuhan tanpa kesudahan
Bangkitlah.. mari menuju Alloh tanpa bosan bosan







SEROMANTIS ITU KITA PERNAH

Kau adalah lembaran hidupku
Tulisan ini kupersembahkan untukmu
Menikmati kata tanpa bicara
Menghabiskan waktu bersama
 
Pelukanmu penenang kalut
Lelapkan atma yang lelah
Mengisi relung bahagia
Bawa teduh dalam rasa
 
Ada sentuhan di setiap bisikannya
Hembusan nafas beradu
Membelai taman sanubari
Menuju istana surgawi



MOTIVA JUMAH MUBAROK

Siapa yg pernah mengalami ini? Tak kau sangka di saat sulit atau genting, tak ada pintu keluar, tiba-tiba Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kirimkan hamba-Nya tuk menolongmu, padahal kau tak menduga sama sekali.

Apa ini bisa kau bayar dengan segala harta dan amalmu?

Ukirlah Alloh dalam hati dan pikiranmu.

Allohumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Alaa Aali Sayyidina Muhammad



BANJIR MULAI MENYAPA KITA

Sudah memasuki musim penghujan

Air langit mengguyur setiap hari

Terkadang di sertai kilatan cahayaNya

Angin berhembus kencang, daun-daun berguguran

 

Di hutan banyak pohon-pohon di tebang liar

Sehingga tak ada resapan air hujan

Di sungai sampah-sampah menyumbat

Airpun meluap menuju pemukiman

 

Dahulu negeriku banyak penghijauan

Hutan-hutan rimbun, hewan leluasa bermukim di dalamnya

Namun kini, hutan menjadi gersang

Ulah manusia rakus tak punya pikiran

 

Alam semesta murka

Kenapa tak bisa menjaga titipanNya

Kalian masih sumpah serapah adanya bencana

Keserakahan manusia semakin nyata


Doa ketika terjadi bencana banjir :

Bismillah..

Wa qila ya arubla’i ma’aki wa ya sama`u aqli’i wa gidal-ma`u wa quiyal-amru wastawat ‘alal-jdiyyi wa qila bu’dal lil-qaumi-zalimin

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah, dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”