PERNAH

Pernah ingin mengakhiri hidup, tapi bisikan itu menghalangi. Betapa jahatnya aku pada diriku sendiri, tubuh ini menginginkan kehidupan, mengapa aku tega merenggutnya hanya karena sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan.
Sejak saat itu aku tahu bahwa Alloh memberiku kesempatan untuk melakukan perbaikan, sebelum ajal menghampiri. Bahwa kematian yang sebenarnya adalah ketetapan dari-Nya, bukan karena paksaan. Baik itu dari dalam diri sendiri atau dari luar,
setiap orang memiliki cara sendiri untuk menghadapi sebuah permasalahan. Satu hal yang harus diingat, bahwa Alloh tidak akan memberi ujian di luar kemampuan umat-Nya. Seberat apa pun itu, kita harus yakin dengan adanya pertolongan Alloh. 





JALAN MENUJU LUAR BIASA

Luar biasa bukanlah kilatan cahaya,  

Ia tumbuh dari luka yang mengajarkan makna.  

Setiap sakit, setiap air mata jatuh,  

Menjadi jejak langkah menuju kuat yang utuh.  


Hinaan bukan belenggu, tapi ujian,  

Menguji hati, membentuk keteguhan.  

Waktu mengukir cerita di tubuh yang gigih,  

Menjadikan kita lebih dari sekadar bersih.  


Jam terbang tak sekadar angka,  

Ia adalah pengalaman yang membakar asa.  

Dan dalam semua itu, kita bertumbuh,  

Menjadi luar biasa, bukan karena mudah, tapi karena kita mampu


TIKUS-TIKUS BERDASI, BERAKSI (HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA 09-12-2021)

TIKUS-TIKUS BERDASI, BERAKSI

 

Tikus-tikus berdasi masih berkeliaran dalam ruangan

Matanya tajam menatap angka-angka menggiurkan

Hatinya riang membayangkan uang, uang dan uang

Tak peduli dengan jeritan kemiskinan di luar sana

 

Tikus-tikus berdasi bersekongkol mencari kambing hitam

Siap menjatuhkan kawan yang tak sejalan

Sebagai korban keserakahan

Demi nafsu dunia yang sudah membutakan hatinya


Tikus-tikus berdasi semakin merajalela

Memperkaya diri dengan apapun caranya

Bagaimana akan maju negara?

Sedangkan korupsi terus ada








SABTU SENDU

Saat aku putuskan untuk menutup semua jalan menujuku, hanya satu jalan yang kubiarkan terbuka. Masuklah melalui jalan puisi, kau akan menemukannya, dan takkan pernah kehilanganku


HANYA MENJALANKAN TITAH-NYA

 

Terengah-engah nafasmu

Keringat mengucur dari tubuhmu yang lusuh

Nampak perkasa raga yang tak sempurna

Mencari nafkah menghidupi keluarga

 

Kemiskinan tak membuatnya hina

Lapar dahaga sudah terbiasa

Terik mentari tak menjadi penghalang

Hanya semangat yang ia punya

 

Berbalut syukur dalam setiap langkahnya

Hanya hamba sahaya yang mengikuti alur cerita Sang Sutradara

Hidup di dunia hanya sementara

Menjalani titah-Nya menggapai Redho-Nya

 

Walau hanya punya satu kaki dia terus berjalan menjajakan dagangan

Menelusuri jalan dari kampung ke kampung

Dengan beban berat di punggung dan kepalanya

Hari itu belum ada satupun yang terjual