MUNAJAT MALAMKU
TERUNTUK KAMU
Saat ini aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan
Dalam heningku, tangisku, ceriaku, bahagiaku semua karenamu
Pikiran melayang jauh, daksaku penuh peluh
Meski raga terbentang jarak, perihalmu tak kan lekang oleh waktu
Dari sebuat bait menjadi narasi
Kuhidangkan dari dalam hati
Satu persatu kenangan, ku ingat kembali
Tertulis rapi menjadi puisi penuh elegy
Kepada lelaki yang aku cintai
Kita pasti bisa melalui fase sulit ini
Jika suatu saat nanti semesta mempertemukan kita
Menetaplah denganku, jangan ada lagi ada jeda
Teruntukmu seseorang pelengkap takdirku
Izinkan aku tetap melangitkan namamu
Kuhangatkan kau dengan doa-doa panjangku
Aku sangat bersyukur memilikmu
STEVIAKU, STEVIAMU, STEVIA KITA SEMUA
Resonansi Keindahan Pagi Pada Bait Perjuangan Anak Negeri...
Karya : Budi Haryanto Atta Di bacakan oleh : Kak Oyyo Nurhidayah Siregar, S.Pd,. M.Ag Wahai Sang Bila, Lihat kami anak-anak negeri di pagi hari... Wahai Sang Masa, Beri kami para anak-anak pertiwi satu waktu... Untuk, Tinggikan Merah Putih kami... Gelorakan Semangat Garuda kami... Sampaikan Saktinya Pancasila kami... Pada, Semua keindahan tepian embun... Semua imajinasi kabut pagi ini... Semua harapan hati di negeri ini... Semua pasang mata didunia... Dengan, Stevia kami yang menjadi nadi ekonomi... Stevia kami yang menjadi penentu regulasi... Stevia kami yang menjadi tumpu asa anak bangsa... Mari... Rebut kembali jayanya Indonesia sebagai raja gula... Walau kali ini jaya sebagai raja gula non sukrosa... Namun tetap kibarkan Merah Putih kita sebagai penentu harga gula non sukrosa... Karena... Kalau bukan kita, Siapa lagi... Kalau bukan sekarang, kapan lagi ... *Padamu Negeri, Kami Berjanji,* *Bagimu Negeri, Jiiwa Raga Kami...* *Amor Patriae Nostra Lex, _Cinta Tanah Air Adalah Hukum Kami_*#Janganpernahlelahmencintaiindonesiayanghebatini...
MOTIVASI SENIN
Belajar dari tanah yang selalu diam meskipun di injak-injak,
tapi tanah juga mampu mengubur orang yang menginjak nya.
CATATAN DI PENGHUJUNG TAHUN
CATATAN DI PENGHUJUNG TAHUN
Tak terasa sudah berada di penghujung tahun
365 hari kulalui dengan penuh warna
Narasi tutup tahun yang penuh dengan cerita
Tentang hujan air mata yang selalu basah
Tentang senyum yang sudah tak merekah
Tentang semesta yang masih di bayangi wabah
Tentang hati dengan luka yang masih menganga
Dan tentang rindu yang tak jua temu
Catatan di penghujung tahun
Fase kepahitan selama 12 bulan aku jalankan dengan penuh keikhlasan
Walau keluhan terkadang masih terucapkan
Di penghujung tahun ini
Tafakuri diri dengan semua yang sudah terjadi
Semoga dengan bergantinya tahun, berganti juga kesedihan menjadi kebahagiaan
Tahun yang penuh dengan kebaikan dalam naungan keberkahan Tuhan
SELAMAT TAHUN BARU 2022

.png)
.png)