NOBAR THOFULICIOUS
TUAN.. AKU LELAH
Penat membebani badan
Semua luka, hantaman,
cobaan tak bosan menghapiri
datang silih berganti
Walau di paksa kuat oleh
keadaan
Dan terus berpura-pura kokoh
yang membuat hati kian cedera
Haii Tuan…
Bolehkah aku pinjam
pundakmu
Tuk senderkan isi kepala
yang riuh
Gemuruhnya menghantam dari
segala sisi, serasa ingin membelah
Biar berjatuhan seluruh
tekanan di tumpukan gelisah
Terkadang.. ingin menyerah
di tengah bait-bait takdir
Entah sudah berapa alenia
goresan tinta aksara
Sudah berapa putaran jarum
jam yang tak pernah lelah terus berputar
Sudah berapa kali layar
monitorku mati karena kehabisan tenaganya
Dan.. apakah aku harus
seperti jarum jam yang terus berputar hingga mati sendiri
Atau aku harus seperti
layar monitorku yang sudah kehabisan daya namun terus di paksa, di jejali dengan
bermacam-macam file-file kehidupan setiap waktunya.
Tuan…
Aku lelah
MALAM NISHFU SYA'BAN 1443H
JUMAH BERKAH
Alarm berbunyi membangunkan tidur lelapku
Jumah dini hari,kemilau di rintik sepi
Bercengkrama dengan sang pemilik semesta
Dalam ruang paling rahasia berbentuk doa
Di luar jendela langit masih meneteskan air mata
Rinai hujan yang menyapa dalam ruang hati nan sunyi
Di atas sajadah tafakuri diri
Memahat aksara dengan rasa
Tuhan peluk aku dalam kerapuhan
Jiwaku lelah berselimut pasrah
Bertasbih dalam keheningan, tangisku berbicara
Berharap ampunan atas segala dosa
Perjalanan hari nan penuh berkah
Merangkai asa bersama keterbatasanku
Mendekap erat hidayah Illahi
Sebelum nyawa berpulang kepangkuanNya

