TUAN.. AKU LELAH

 Penat membebani badan

Semua luka, hantaman, cobaan tak bosan menghapiri

datang silih berganti

Walau di paksa kuat oleh keadaan

Dan terus berpura-pura kokoh yang membuat hati kian cedera

 

Haii Tuan…

Bolehkah aku pinjam pundakmu

Tuk senderkan isi kepala yang riuh

Gemuruhnya menghantam dari segala sisi, serasa ingin membelah

Biar berjatuhan seluruh tekanan di tumpukan gelisah

 

Terkadang.. ingin menyerah di tengah bait-bait takdir

Entah sudah berapa alenia goresan tinta aksara

Sudah berapa putaran jarum jam yang tak pernah lelah terus berputar

Sudah berapa kali layar monitorku mati karena kehabisan tenaganya

 

Dan.. apakah aku harus seperti jarum jam yang terus berputar hingga mati sendiri

Atau aku harus seperti layar monitorku yang sudah kehabisan daya namun terus di paksa, di jejali dengan bermacam-macam file-file kehidupan setiap waktunya.

 

Tuan…

Aku lelah